Peluh bercampur tanah. Tangan kotor oleh lumpur. Tetapi tidak ada yang mengeluh.
Di tengah bencana, yang muncul justru wajah asli kampung: kebersamaan.
Camat Hj. Enok Kursilah dalam laporannya menyebutkan, longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Sukahaji siang itu. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
Namun bagi warga, nilai yang mereka selamatkan lebih besar dari angka itu. Mereka menyelamatkan jalan dan menjaga rumah tetangga. Dan yang paling penting, mereka merawat rasa saling memiliki.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah Kabupaten Ciamis, Cek Link Downloadnya DI SINI!
Menjelang sore, suara cangkul masih terdengar. Tidak semua material selesai dibersihkan hari itu. Jalan masih ditutup. Ancaman longsor susulan masih ada. Tetapi harapan juga masih ada.
Di Dusun Cikadongdong, di bawah tebing yang baru saja runtuh, warga membuktikan satu hal sederhana: Bencana boleh datang tiba-tiba. Tetapi kepedulian selalu datang lebih cepat.***