Peluh bercampur tanah. Tangan kotor oleh lumpur. Tetapi tidak ada yang mengeluh.
Di tengah bencana, yang muncul justru wajah asli kampung: kebersamaan.
Camat Hj. Enok Kursilah dalam laporannya menyebutkan, longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Sukahaji siang itu. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
Namun bagi warga, nilai yang mereka selamatkan lebih besar dari angka itu. Mereka menyelamatkan jalan dan menjaga rumah tetangga. Dan yang paling penting, mereka merawat rasa saling memiliki.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah Kabupaten Ciamis, Cek Link Downloadnya DI SINI!
Menjelang sore, suara cangkul masih terdengar. Tidak semua material selesai dibersihkan hari itu. Jalan masih ditutup. Ancaman longsor susulan masih ada. Tetapi harapan juga masih ada.
Di Dusun Cikadongdong, di bawah tebing yang baru saja runtuh, warga membuktikan satu hal sederhana: Bencana boleh datang tiba-tiba. Tetapi kepedulian selalu datang lebih cepat.***
Artikel Terkait
Hilal TPG Guru Madrasah Sudah Tampak, Kemenag Instruksikan Percepatan Pencairan, Lulusan PPG 2025 juga Cair
15 Madrasah Aliyah Unggulan di Indonesia, Punya Prestasi di Bidang Sains hingga Riset, Rekomendasi SPMB 2026
Pakar Sebut Perjanjian Tarif RI-AS Bakal Buka Lapangan Kerja di Indonesia, Kok Bisa?
Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG
Kemenag Buka Suara soal Kebijakan Zakat untuk MBG, Begini Faktanya
15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4, Kemenag: Untuk Ukur Capaian Pembelajaran Peserta
Viral Antrean Panjang Warga Sumenep demi Menanti Tarawih Sejak Siang Hari, Amplop Rp300 Ribu Disebut Jadi Penyemangat
Viral Ibu Pedagang Sayuran di NTT Dilarang Jualan di Teras Rumah Sendiri, Padahal demi Cukupi Biaya Sekolah Anaknya
Kota Banjar Rayakan HUT ke-23, Herdiat Sunarya Hadiri Paripurna, Tekankan Sinergi Pembangunan Wilayah
Terungkap! Pangkal Masalah Guru Madrasah Swasta Sulit Ikut PPPK dan Kesejahteraan Tidak Meningkat