CIAMIS, PORTALOKA.ID - Kabupaten Ciamis mulai memposisikan diri sebagai calon pusat produksi kacang tanah terintegrasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Melalui program pengembangan berbasis kemitraan dari hulu sampai hilir, pemerintah daerah menggandeng petani, industri, hingga pemerintah pusat untuk membangun ekosistem agribisnis yang berorientasi pasar.
Langkah strategis ini dipertegas dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring, Jumat ,20 Februari 2026.
Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, memimpin langsung pertemuan tersebut dari Ruang ULP Sekretariat Daerah, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ape Ruswandana.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah Kabupaten Ciamis, Cek Link Downloadnya DI SINI!
Rapat tersebut juga diikuti perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, perusahaan offtaker nasional, serta kelompok tani yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.
Menurut Andang, terpilihnya Ciamis sebagai lokasi pengembangan kacang tanah terintegrasi merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program ini memberi kepastian pasar karena petani bermitra langsung dengan industri. Selain itu, ini juga akan memperkuat ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Kenapa Kacang Tanah Dipilih?
Kacang tanah dinilai sebagai komoditas yang memiliki prospek cerah karena permintaan industri relatif stabil dan berkelanjutan.
Dengan sistem kemitraan, petani tidak lagi bergantung pada fluktuasi pasar tradisional, karena hasil panen sudah memiliki pembeli tetap.
Selain itu, program ini juga mendorong optimalisasi lahan pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan maksimal, sekaligus memperkuat peran koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.