Impresi tersebut menunjukkan seberapa sering konten media anggota ditampilkan dalam hasil pencarian Google. Dengan rasio klik atau click through rate (CTR) sekitar 2,3 persen, angka itu setara dengan sekitar 207 ribu pembaca dalam satu bulan.
Artinya, ratusan ribu pengguna internet secara aktif mengakses dan membaca konten media yang tergabung dalam SWAKKA.
SWAKKA juga merancang empat kegiatan utama untuk memastikan kebersamaan itu produktif.
Pertama, Media Insight Forum, ruang diskusi dan literasi untuk membahas isu jurnalistik, media digital, dan perkembangan teknologi informasi.
Kedua, Support Exchange, wadah berbagi sumber daya, data, dan dukungan teknis antaranggota.
Ketiga, Collaborative Publishing Project, penerbitan konten kolaboratif lintas media agar satu isu dapat disajikan dengan perspektif lebih kaya dan jangkauan lebih luas.
Keempat, Journalistic Advocacy Support, program dukungan advokasi yang melibatkan sejumlah advokat untuk memperkuat dan melindungi kerja jurnalistik media anggota.
Melalui kombinasi data, kolaborasi konten, dan dukungan advokasi, SWAKKA ingin membuktikan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, tapi benar-benar berdampak.
Baca Juga: Kemenag Usulkan 630 Ribu PPPK Guru Madrasah Swasta Melalui Jalur Afirmasi
Amanat Dewan Penasehat
Rangkaian deklarasi ditutup dengan tausyiah dari ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat yang juga penasihat SWAKKA, KH Miftah Fauzi.
Dalam penyampaiannya, KH Miftah menegaskan bahwa kehadirannya bukan formalitas.
“Saya menyengaja datang ke Tasikmalaya untuk menghadiri kegiatan SWAKKA. Saya jamin, media dan wartawan yang tergabung dalam komunitas binaan saya ini bukan tipe WTS alias wartawan tanpa surat kabar,” tegasnya.