Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta. Ia ingin memastikan bahwa media yang tergabung memiliki identitas jelas, profesional, dan bukan sekadar papan nama. Semua media presidium SWAKKA juga sudah dipastikan memiliki kelengkapan legal formal.
KH Miftah juga mengungkapkan bahwa sebelum bersedia menjadi penasihat, dirinya telah menjalin komunikasi dengan para presidium SWAKKA. Dari komunikasi itu, ia melihat semangat besar media-media lokal untuk tumbuh menjadi media profesional.
Ia pun meminta pemerintah daerah—khususnya dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis—untuk ikut mendorong pertumbuhan SWAKKA.
Ia meyakini forum ini dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah jika didukung secara konstruktif.
Di akhir tausyiahnya, ia berpesan agar seluruh media anggota SWAKKA menjadi media yang terbuka dan mengedepankan komunikasi dengan lembaga-lembaga. Kritis, menurutnya, adalah bagian dari jurnalisme, tetapi etika tetap harus dijunjung.***
Artikel Terkait
35 Juta Keluarga Bakal Terima Bansos Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp11,92 Triliun
Guru Madrasah Bukan Beban Anggaran, Ini 3 Fokus GTK Madrasah 2026, Salah Satunya Pengangkatan PPPK
Gaji PPPK Paruh Waktu Belum Cair, Pemkab Ungkap Alasannya: Bukan Tak Ada Anggaran, Dua Bulan Langsung Cair
Yuk Mudik! Pemerintah Beri Diskon Tarif Kereta Api hingga Pesawat Lebaran 2026, Cek Besaran dan Tanggal Berlakunya
Siap-Siap Merapat! Kementerian Hukum Bakal Buka Rekrutmen CPNS 2026, Ini Bocoran Jumlah Formasinya
Ribuan Guru Madrasah Swasta Gelar Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR, Tuntut Kesetaraan dan Diangkat jadi PPPK
Kabar Baik! Usulan PPPK Guru Madrasah Sedang Diproses, Dirjen Pendis Beri Bocoran Jumlah Formasinya
Begini Respons Kemenag Soal Usulan TPG Guru Madrasah Dibayar Tiap Bulan
Soal Potensi Pertumbuhan 8 Persen Ekonomi RI, Wadirut MIND ID Jelaskan Potensi Tambang hingga Sektor Lain yang Perlu Dioptimalkan
Dilaporkan ke Polisi usai Show 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Beberkan Momen saat Interogasi Polda dan Bareskrim