Kritisi Pengangkatan SPPG jadi PPPK
Sekretaris PD Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya Arif Ripandi, M. Pd mengatakan, pihaknya merasa sangat miris karena hingga kini sekitar 2.900 guru madrasah dari RA hingga Madrasah Aliyah yang sudah mengabdi puluhan tahun dikalahkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru berjalan selama enam bulan.
"Gerakan guru madrasah dan sekolah swasta di Kota Tasikmalaya hari ini menjadi pemantik kontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui instruksi presiden yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis," ujar Arif.
Arif menegaskah, para guru madrasah dan sekolah swasta tidak mempermasalahkan dan menolak program MBG, namun menyesalkan pemerintah yang lebih memprioritaskan untuk mengangkat pegawai SPPG menjadi PPPK.
Baca Juga: Lika Liku Perjuangan Guru Madrasah Swasta Raih PPPK: Dari Jalur Diplomasi hingga Bentuk Aliansi
"Ini sangat menyakitkan bagi kami sebagai tindakan diskriminatif yang dilakukan. Penguasa saat ini," ungkapnya.
Terlebih, lanjut Arif, dapur SPPG yang pegawainya akan diangkat jadi PPPK merupakan milik swasta.
"Tapi dengan mudahnya pemerintah mengangkat para petugas SPPG menjadi PPPK padahal umurnya SPPG itu baru 6 bulan. Sementara madrasah sudah terlahir dari puluhan tahun dan sudah mencetak puluhan juta anak bangsa yang berjasa pada bangsa dan negara," ujarnya.
Padahal, menurut Arif, seharusnya yang harus menjadi prioritas pengangkatan PPPK adalah guru untuk menyetarakan kesejahteraannya.
"Bayangkan, puluhan tahun guru madrasah mengabdi, hanya dibayar Rp300 hingga Rp500 per bulan. Sementara insentif petugas SPPG yang baru 6 bulan sudah sangat signifikan. Di mana rasa keadilannya?" tanya dia.
"Coba cek, berapa gaji petugas cuci piring, berapa akuntan, berapa ahli gizi berapa kepala SPPG, honorariumnya. Sangat fantastis," sambungnya.
Pihaknya meminta agar Presiden mengeluarkan instruksi presiden untuk mengangkat guru madrasah dan sekolah swasta menjadi PPPK agar kesejahteraannya meningkat.
Wakil Walikota Tasikmalaya Temui Massa Aksi
Wakil Walikota Tasikmalaya Dicky Chandra bersama dengan Sekda Kota Tasikmalaya Asep Gofarulloh sempat menemui massa aksi.