Senin, 20 Juli 2026

Sempat Sebut Wartawan 'Punya Otak Gak' dan Labeli Jurnalis Pengecut, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 20 Juli 2026 | 21:04 WIB
Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf usai lontarkan kata tak pantas kepada awak media (Instagram @hotmanparisofficial)
Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf usai lontarkan kata tak pantas kepada awak media (Instagram @hotmanparisofficial)

PORTALOKA.ID - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menyatakan permintaan maaf kepada wartawan dan seluruh organisasi wartawan atas pernyataannya saat konferensi pers (konpers) kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, kuasa hukum Febrie Adriansyah itu dinilai telah merendahkan martabat dan profesi wartawan atas pernyataan yang tak etisnya dalam konpers tersebut.

"Pernyataan maaf dari saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya," kata Hotman dalam unggahan Instagramnya, @hotmanparisofficial, pada Senin, 20 Juli 2026.

"Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lo punya otak gak sih?'," sambungnya.

Baca Juga: ANTAM Resmikan Butik Emas di Bandar Lampung, Permudah Masyarakat Peroleh Emas yang Aman dan Terpercaya

Klarifikasi yang disampaikan Hotman itu lantas menuai sorotan sebagian publik yang turut mengulik kembali kronologi peristiwa tersebut.

Ngaku Emosi saat Dicecar Pertanyaan

Dalam penuturannya, Hotman menjelaskan kronologi peristiwa hingga keluar ucapan yang dinilai merendahkan wartawan.

Pengacara kondang itu menyebut, saat keluar ucapan itu, kondisinya sedang emosi lantaran dicecar dua pertanyaan beruntun.

"Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak balik mengatakan saya tidak tahu," ungkap Hotman.

Baca Juga: Anak Hotman Paris Bongkar Tabiat Asli Sang Ayah yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

Singgung soal Hidden Agenda Kasus Febrie

Hotman menuturkan, pertanyaan pertama yang dilontarkan wartawan, yakni terkait dugaan soal hidden agenda atau agenda tersembunyi dari sebuah institusi di kasus eks Jampidsus.

"Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin bertanya apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," sambungnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X