TASIKMALAYA, PORTALOKA.ID - Ribuan guru madrasah swasta dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026.
Dengan menggunakan ratusan kendaraan, massa aksi yang terdiri dari para guru madrasah swasta bergerak menuju Bale Kota Tasikmalaya.
Sekitar pukul 14.00 WIB, para peserta aksi tiba di depan Bale Kota Tasikmalaya dan langsung berkumpul di depan pintu masuk utama.
Kedatangan ribuan guru madrasah dan sekolah swasta mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian Polres Tasikmalaya Kota sehingga aksi berjalan dengan tertib dan lancar.
Setibanya di lokasi, sejumlah perwakilan massa aksi melakukan orasi yang isinya menyampaikan aspirasi atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang belum berpihak kepada madrasah dan sekolah swasta di Kota Tasikmalaya.
"Hari ini kami datang kesini bukan untuk makar dan bukan untuk memberi perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Tapi kami datang kesini meminta Pemkot tasik memfasilitasi kami dengan pemerintah pusat agar suara kami didengar," ujar orator pada aksi tersebut, seperti dikutip dari Mediapriangan.com.
"Mari kita satukan suara, sampaikan pesan kita bahwasanya guru madrasah ada untuk kepentingan bangsa. Sayangnya hari ini atas kebijakan pemerintah kita dikalahkan dengan program yang baru seumur jagung," katanya.
Dalam orasinya, orator menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sebagai bentuk kebencian kepada pemerintah.
Baca Juga: Negara Tidak Boleh Abai terhadap Guru Madrasah Swasta
Namun, hal itu dilakukan semata-mata untuk menuntut keadilan agar nasib mereka diperhatikan oleh pemerintah setelah puluhan tahun mengabdi.
"Sekali lagi kami datang ke sini bukan untuk mengemis, kami juga datang bukan untuk dikasihani, tapi ingin diperhatikan di mana setelah puluhan tahun mengabdi tapi hingga hari ini masih terabaikan. Tolong kepada pemimpin republik ini, hari ini apa yang kami lakukan jangan dianggap bentuk kebencian kepada negara, tapi yang kami inginkan adalah perhatian," ujar Orator.
"Jangan sampai yang kami lakukan hari ini sebuah bentuk ancaman dan sebagai provokasi, tapi yang kami lakukan sebuah bentuk protes karena nasib kami sudah puluhan tahun diabaikan. Kami juga datang ke sini dengan membawa adat, datang dengan air mata, sayangnya Walikota dan Ketua DPRD tidak hadir," lanjutnya.
Baca Juga: Perbandingan Gaji Pegawai SPPG MBG dengan Guru Honorer, Selisih Capai Rp4 Juta per Bulan
Artikel Terkait
10 Destinasi Favorit Wisatawan di Ciamis Tahun 2025, Nomor 2 Bisa Belajar Budidaya Ikan
Isak Tangis Iringi Pemakaman Engineer Pesawat ATR 42-500 di Polanharjo Klaten
Baznas Ciamis untuk Indonesia, Capaian Kinerja Satu Periode Kepemimpinan
Streetfood Pontianak, Kaloci Mirip Mochy Jepang, Dihidangkan Dengan Taburan Kacang dan Wijen, Ini Dia Resep Cemilannya
Ibukota Galuh Ternyata di Baregbeg, Bukan di Astana Gede Kawali
4 Fakta Kecelakaan Motor di Sewon Bantul, Lansia Meninggal Dunia Saat Baru Keluar Jalan Kampung
XPander Tabrak Pesepeda di Kretek Bantul Yogyakarta, Seorang Wanita Meninggal Dunia
Menjemput Ramadhan dari Tanah Wali: Wisata Religi Ciamis Kian Dilirik