berita

Presiden Prabowo: Tidak Boleh Ada Mafia dalam Pemerintahan, Setiap Rupiah Harus Dijaga untuk Rakyat

Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:05 WIB
Presiden Prabowo pimpin pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2025. (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Ketiga hal ini, menurut Prabowo, menjadi akar dari lemahnya kedaulatan ekonomi nasional dan penyebab bocornya kekayaan negara ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Resep Strawberry Mojito yang Enak dan Segar, Cocok untuk Ide Jualan Rp 10 Ribuan, Bisa Jadi Hidangan Arisan Bersama Bestie

"Saya tidak menitip satu pun pejabat."

"Tidak ada titipan keluarga, tidak ada titipan ponakan."

"Saya hanya titip tiga hal: berantas narkoba, berantas penyelundupan, dan berantas judi online," tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, Kejaksaan, BPK, KPK, dan seluruh lembaga negara lain untuk menegakkan hukum secara menyeluruh tanpa ego sektoral.

Baca Juga: Cara Mudah Bikin Mangut Lele yang Enak Gurih Bikin Nambah Nasi, Cocok untuk Menu Makan Siang, Cek Resepnya di Sini

Prabowo juga menyoroti adanya pihak di dalam pemerintah yang mencoba untuk mencari kepentingan pribadi atau kelompok.

“Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah."

"Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan."

"Tidak boleh ada orang pintar yang merasa bisa mengakali rakyat dan pemimpin politik."

Baca Juga: Resep Garang Asem Ayam Paha, Dagingnya Empuk, Gurih Segar Bikin Kemecer, Cocok untuk Menu Makan Siang dan Ide Jualan

“Mereka yang mencuri uang rakyat, uang negara, akan kita bongkar sampai ke akar-akarnya,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan pemberantasan mafia pemerintahan tidak hanya soal moral, tetapi juga syarat mutlak bagi kebangkitan ekonomi nasional.

Dengan menutup kebocoran anggaran dan menegakkan integritas birokrasi, negara dapat menghemat triliunan rupiah untuk dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. ***

Halaman:

Tags

Terkini