Ketiga hal ini, menurut Prabowo, menjadi akar dari lemahnya kedaulatan ekonomi nasional dan penyebab bocornya kekayaan negara ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya tidak menitip satu pun pejabat."
"Tidak ada titipan keluarga, tidak ada titipan ponakan."
"Saya hanya titip tiga hal: berantas narkoba, berantas penyelundupan, dan berantas judi online," tegasnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, Kejaksaan, BPK, KPK, dan seluruh lembaga negara lain untuk menegakkan hukum secara menyeluruh tanpa ego sektoral.
Prabowo juga menyoroti adanya pihak di dalam pemerintah yang mencoba untuk mencari kepentingan pribadi atau kelompok.
“Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah."
"Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan."
"Tidak boleh ada orang pintar yang merasa bisa mengakali rakyat dan pemimpin politik."
“Mereka yang mencuri uang rakyat, uang negara, akan kita bongkar sampai ke akar-akarnya,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan pemberantasan mafia pemerintahan tidak hanya soal moral, tetapi juga syarat mutlak bagi kebangkitan ekonomi nasional.
Dengan menutup kebocoran anggaran dan menegakkan integritas birokrasi, negara dapat menghemat triliunan rupiah untuk dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. ***
Artikel Terkait
Genap Setahun Pemerintahannya, Prabowo Saksikan Rp13 T Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Koruptor
Pesan Mendalam Prabowo di Momen Penyerahan Rp13,2 T Uang Negara dari Korupsi Minyak Kelapa Sawit
Presiden Prabowo Bertolak ke Kuala Lumpur untuk Hadiri KTT ASEAN
Ribuan Guru Madrasah Bakal Hadiri Audiensi Akbar di Jakarta, Minta Prabowo Terbitkan Regulasi untuk Guru Madrasah
Pesan Prabowo di Hari Sumpah Pemuda, Sebut Soal Jangan Takut Bermimpi Besar