berita

Disebut Kegagalan Teknologi, Korban Insiden Robohnya Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo Masih Terus Dievakuasi

Selasa, 30 September 2025 | 11:32 WIB
Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo roboh pada Senin, 29 September 2025 pukul 15.00 WIB. (ist)

PORTALOKA.ID – Geger sebuah bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo roboh pada Senin, 29 September 2025 pukul 15.00 WIB.

Persisnya ada di Jalan Khr. Abbas I No.18, Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Dikutip Portaloka.id dari siara pers BNPB, diduga penyebab robohnya bagunan karena kegagalan teknologi konstruksi.

Pasalnya tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban pengecoran, sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.

Baca Juga: Resep Donat Tape Lembut Legit, Cocok Jadi Teman Ngopi

Peristiwa yang terjadi mendadak ini menyebabkan puluhan santri dan pekerja tertimpa material bangunan saat salat Ashar.

Hingga Selasa, 30 September pukul 09.00 WIB, total korban yang telah dievakuasi sebanyak 102 jiwa di mana 91 jiwa telah melakukan evakuasi mandiri dan 11 jiwa dibantu oleh tim SAR gabungan.

Adapun satu dari 11 jiwa yang dibantu evakuasi oleh tim SAR gabungan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kemudian sebanyak 77 korban luka-luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit.

Baca Juga: Rumah dan 3 Sepeda Motor Terbakar di Mireng Klaten, Diduga Gas di Dalam Brojong untuk Jualan Bocor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo bersama BASARNAS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Sidoarjo, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kota Gresik, BPBD Kabupaten Nganjuk, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Jombang dan unsur relawan SAR terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi hingga hari ini. 

Upaya assessment lokasi kejadian, pemantauan struktur bangunan yang tersisa, serta penyiapan jalur evakuasi korban menjadi fokus utama tim di lapangan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa kejadian seperti ini termasuk bencana kegagalan teknologi yang perlu diantisipasi melalui penerapan standar keselamatan konstruksi secara ketat.

Masyarakat dan pengelola bangunan bertingkat diimbau untuk memastikan pengawasan teknis pembangunan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini