Minggu, 19 Juli 2026

TERUNGKAP! Ini Penyebab Tampilan Kurs Dollar ke Rupiah di Google Jadi Rp8.170

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 2 Februari 2025 | 21:50 WIB
Google salah tampilkan kurs dollar ke rupiah hingga trending di X (x.com/harrysofian)
Google salah tampilkan kurs dollar ke rupiah hingga trending di X (x.com/harrysofian)

Baca Juga: Resmi dari BKN! Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2 Segera Diumumkan, Cek Jadwal Terbarunya Agar Tidak Ketinggalan

Pratama juga menjabarkan beberapa kemungkinan penyebab tampilan kurs 1 USD senilai Rp8.170 di Google Search.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi akibat gangguan teknis atau bug dalam sistem pengambilan data Google.

"Google mengandalkan algoritma tertentu untuk menarik informasi dari berbagai sumber eksternal, termasuk lembaga keuangan dan penyedia data ekonomi. Jika terjadi kesalahan dalam proses ini, maka data yang ditampilkan bisa tidak akurat," ujarnya.

Selain itu, kesalahan input data juga dapat menjadi penyebab lain. Sistem berbasis data rentan terhadap human error, seperti kesalahan ketik atau kelalaian dalam pembaruan informasi.

Baca Juga: Ini Sederet Program Prioritas Ahmad Luthfi Setelah Dilantik Menjadi Gubernur Jateng

Kemungkinan lainnya adalah adanya manipulasi data akibat peretasan.

"Meskipun sistem keamanan Google sangat canggih, bukan tidak mungkin terjadi upaya peretasan atau penyusupan oleh aktor jahat yang berusaha mengacaukan informasi finansial," tambah Pratama.

Dampak Luas dari Kesalahan Data Kurs

Ketidaktepatan informasi nilai tukar mata uang di Google berpotensi menimbulkan dampak luas.

Baca Juga: Gaji Pensiun PNS Februari 2025 Sudah Cair! Intip Nominalnya Sesuai Golongan, Lengkap dengan Tunjangan Keluarga dan Pangan

Banyak pihak, termasuk pebisnis, investor, hingga wisatawan, bergantung pada Google untuk mendapatkan data kurs sebelum melakukan transaksi.

Jika informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan, hal ini bisa mengakibatkan kerugian finansial, baik dalam skala kecil maupun besar.

Oleh karena itu, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keakuratan data yang ditampilkan.

Meski Google bukan penyedia data finansial utama, tetap diperlukan mekanisme verifikasi yang ketat untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X