PORTALOKA.ID - Kasus penganiayaan yang dilakukan anak bos toko roti di Jakarta Timur mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, salah satunya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Kasus tersebut mencuat ketika polisi dinilai lamban dalam menangani laporan korban yang telah dilakukan sehari pasca kejadian, tepatnya pada Oktober 2024 lalu.
Melansir laman dpr.go.id, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez secara tegas meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap karyawan toko roti itu tanpa adanya intervensi.
Menurut Gilang, ketegasan polisi menjadi komitmen penegakan keadilan hukum.
Dalam hal itu, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk bekerja secara profesional dan memastikan hak-hak korban dilindungi.
"Tidak boleh ada diskriminasi atau upaya menutupi kasus ini hanya karena pelaku memiliki latar belakang tertentu," ungkap Gilang Dhielafararez, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR dengan Kapolda Kalteng dan Kapolres Jaktim, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 17 Desember 2024.
Pada kesempatan tersebut, Komisi III DPR RI melakukan audiensi dengan karyawati toko roti, Dwi Ayu Dharmawati yang menjadi korban penganiayaan anak bosnya, George Sugama Halim.
Di hadapan anggota Komisi III DPR, Dwi menjelaskan kronologi saat dirinya dilempar kursi dan barang-barang lain oleh pelaku.
Baca Juga: Pernyataan Resmi Toko Roti Lindayes Usai George Sugama Halim Aniaya Karyawati Hingga Kepala Bocor
Dijelaskan Dwi, insiden itu terjadi pada tanggal 17 Oktober 2024 pukul 21.00 WIB, di mana pelaku datang ke toko dan memesan makan malam secara online. Kemudian pelaku meminta korban untuk mengantarkan pesanan makanan itu ke kamarnya.
Dwi pun menolak karena merasa hal tersebut bukan bagian dari tugasnya sebagai karyawan di toko roti milik orang tua George. Karena kejadian tersebut, George melempari Dwi dengan barang-barang yang ada di toko.
Sayangnya, polisi baru menangkap pelaku pada Minggu, 15 Desember 2024 malam atau hampir 2 bulan sejak laporan dibuat.
Gilang menyebut, polisi seharusnya bisa cepat mengusut kasus itu sehingga masalah tidak menjadi berlarut-larut.
Artikel Terkait
Detik-detik Pria di Boyolali Bakar Pamannya saat Salat Maghrib, Siram Bensin ke Kamar Sang Paman, Tubuh Korban Ikut Terbakar
Keponakan di Boyolali Tega Bakar Paman Sendiri, Berikut ini Motif dari si Pelaku
4 Fakta Keponakan Bakar Paman di Boyolali, Korban Menderita Luka Bakar 40 Persen hingga Terungkap Motif si Pelaku
5 Fakta Kakek 66 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur Tua di Jogonalan Klaten, Hilang Saat Tahlilan Pamit Buang Air hingga Warga Sempat Kaitkan Hal Mistis
BRI Optimalkan Layanan Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink Selama Libur Natal dan Tahun Baru
KPAI Terima Laporan Bayi Tertukar di RSIJ Cempaka Putih, Orang Tua Sempat Dilarang Melihat
Kondisi Santri di Simo Boyolali Pasca Dibakar Hidup-hidup oleh Tamu Pondok Pesantren, Tubuh Terluka Bakar 38 Persen
170 Kendaraan Berknalpot Brong Hasil Operasi Pra Kampanye Pilkada Boyolali Sudah Diambil Pemilik dengan Syarat Khusus