"Negara hadir untuk melindungi seluruh warganya, termasuk pekerja dari tindakan kesewenang-wenangan,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Dalam audiensi dengan Komisi III DPR, Dwi juga menyatakan sampai harus menjual motor miliknya untuk menyewa pengacara agar bisa mengawal kasus ini.
Belakangan diketahui, korban justru ditipu oleh pengacara yang mengaku dari utusan Polda karena tak ada pendampingan hukum setelahnya.
"Nama baik institusi Polri turut dipertaruhkan," kata Gilang.
Baca Juga: Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti Lapor Polisi Sejak Oktober, Diproses Setelah Viral
"Setelah dianggap lama mengusut kasus ini, sekarang juga ada pengacara yang mengaku utusan polisi menipu korban. Korban ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula," imbuhnya.
Gilang mengungkapkan, diusutnya kasus ini secara tuntas menjadi penting mengingat beberapa waktu terakhir citra polisi sedang menurun akibat serangan oknum kepada masyarakat.
Salah satunya, penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi kepada salah satu siswa di Semarang yang menjadi momok dan membuat citra polisi terjun bebas.
"Polisi harus bisa melindungi rakyat sesuai tugas konstitusinya," tegasnya.
Baca Juga: Detik-detik Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Karyawan Ditangkap di Sukabumi
Di sisi lain, Gilang yang membidangi Urusan Penegakan Hukum ini juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja.
Menurutnya, tindakan penganiayaan seperti itu tidak hanya melukai fisik korban.
Ia menyebut penganiayaan juga bisa juga berdampak pada psikologis dan sosial para pekerja.
Ia melihat ada banyak kasus penganiayaan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini yang menurutnya menjadi preseden buruk.
Artikel Terkait
Detik-detik Pria di Boyolali Bakar Pamannya saat Salat Maghrib, Siram Bensin ke Kamar Sang Paman, Tubuh Korban Ikut Terbakar
Keponakan di Boyolali Tega Bakar Paman Sendiri, Berikut ini Motif dari si Pelaku
4 Fakta Keponakan Bakar Paman di Boyolali, Korban Menderita Luka Bakar 40 Persen hingga Terungkap Motif si Pelaku
5 Fakta Kakek 66 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur Tua di Jogonalan Klaten, Hilang Saat Tahlilan Pamit Buang Air hingga Warga Sempat Kaitkan Hal Mistis
BRI Optimalkan Layanan Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink Selama Libur Natal dan Tahun Baru
KPAI Terima Laporan Bayi Tertukar di RSIJ Cempaka Putih, Orang Tua Sempat Dilarang Melihat
Kondisi Santri di Simo Boyolali Pasca Dibakar Hidup-hidup oleh Tamu Pondok Pesantren, Tubuh Terluka Bakar 38 Persen
170 Kendaraan Berknalpot Brong Hasil Operasi Pra Kampanye Pilkada Boyolali Sudah Diambil Pemilik dengan Syarat Khusus