Dampaknya juga meluas ke sektor pendidikan dan ekonomi, termasuk kegiatan sekolah, pariwisata, pekerjaan perkebunan, serta aktivitas nelayan.
Ia mengusulkan agar pemerintah Malaysia menggunakan jalur diplomatik untuk mendorong Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, mengambil langkah regional yang lebih kuat.
Baca Juga: Malaysia-Singapura Keluhkan Asap Karhutla, Kepala Bakom RI: Kalau Tak Ada Asap, Kita Kirim Oksigen
Usulan tersebut mencakup penguatan penegakan hukum bersama, sistem peringatan dini berbasis pemantauan satelit, serta pembentukan tim tanggap darurat regional untuk menangani kebakaran.
Kalam juga mendorong penguatan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas dan pembentukan dana regional untuk pencegahan kebakaran serta pemulihan lahan gambut.
Seruan itu menambah perhatian terhadap persoalan kabut asap yang membutuhkan koordinasi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara ASEAN lainnya.***
Artikel Terkait
Bukan Hewan yang Jadi Tersangka, 5 Orang Dijerat dalam Kasus Blackout Batam-Bintan
Permudah Akses Layanan Publik, Pemkab Ciamis Gelar PEPATAH MANIS di Sukamantri
Hari Santri 2026 di Gegempalan Ciamis Berlangsung Meriah, 600 Peserta Ikuti Kirab Santri
92 Siswa di Cisarua Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit usai Muntah-Muntah
Chef Arnold Kritik Bisnis Dapur MBG, Singgung Investor yang Ingin Cepat Balik Modal
Agrowisata Petik Semangka Gegempalan Ciamis, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun
Cikal Bakal Hari Santri Nasional Disebut Berasal dari Banten, KH Saifun Nawasi: Piagam Al-Fathaniyah, Ini Jejak Komitmennya
Kasus Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Ungkap Pembayaran US$4.500 hingga Tambahan US$1.000 per Jamaah
Hari Santri Nasional 2026, MI Bojongsari Ciamis Gelar Upacara dan Lomba Kaligrafi
Upacara Hari Santri 2026 di Pendopo Ciamis, Herdiat Ajak Santri Jaga Akhlak dan Kuasai Teknologi