CIAMIS, PORTALOKA.ID – Sebanyak 73 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu, 14 Oktober 2026.
Bantuan tersebut menjangkau kelompok tani yang berada di 53 desa pada 22 kecamatan sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis.
Bantuan itu berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melalui aspirasi anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Ir. H. Herry Dermawan.
Adapun 73 unit alsintan yang diberikan meliputi 10 unit traktor roda empat, 32 unit traktor roda dua dengan kapasitas 6,5 HP, 30 unit pompa air berukuran 3 inci, serta satu unit rice transplanter atau mesin tanam padi.
Baca Juga: STIKes Muhammadiyah Ciamis Lepas 235 Wisudawan, Siapkan 6 Prodi Disiapkan untuk Universitas
Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, menyampaikan bahwa penyediaan sarana dan prasarana pertanian merupakan salah satu langkah untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus mengefisienkan pengelolaan lahan.
“Bantuan alat dan mesin pertanian ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani untuk mendukung kegiatan usaha tani, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman. Dengan mekanisasi pertanian, pekerjaan petani diharapkan menjadi lebih efektif dan produktivitas pertanian dapat meningkat,” kata Herry Dermawan.
Pemanfaatan bantuan tersebut juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama. Dengan demikian, keberadaan alsintan dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani dan tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
Selain penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian, kegiatan tersebut turut diisi dengan evaluasi serta monitoring distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Ciamis sepanjang 2026.
Baca Juga: 180 Siswa SMK LPT Ciamis Tak Lagi Terima MBG, Alasan Penghentian Distribusi Belum Jelas
Pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dilakukan untuk memastikan penyalurannya sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran. Melalui langkah tersebut, petani yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan untuk menunjang kegiatan produksi.
Ketersediaan pupuk dan dukungan mekanisasi pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani. Oleh karena itu, evaluasi penyaluran pupuk secara berkala diperlukan untuk mengetahui berbagai kendala di lapangan serta memastikan program bantuan pemerintah memberikan manfaat bagi petani.
Di samping 73 unit alsintan yang telah disalurkan, terdapat pula usulan tambahan bantuan berupa 171 unit hand sprayer dan sembilan unit power pressure untuk memenuhi kebutuhan sarana pendukung kegiatan pertanian.
Berdasarkan keterangan dalam bahan pemberitaan, Kabupaten Ciamis hingga saat ini telah menyalurkan sekitar 210 unit alsintan prapanen melalui berbagai skema bantuan, baik dari program pemerintah maupun melalui aspirasi anggota legislatif.
Artikel Terkait
Langit Masih Terik, Hujan Lebat Berpotensi Datang di Wilayah Ini pada 12–15 Oktober
Bikin Ngiler! Teras BA Banjar Punya Seblak dan Camilan Favorit Anak Muda, Ada Promo Menarik Tiap Jumat Lho!
Marak Modus Penipuan Buka SPPG untuk MBG, Begini Tanggapan BGN
Rocky Gerung Ditegur Bakom Usai Sarankan Gibran Mundur, Syahganda: Sudah Saya Hubungi
Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah, Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan dan Siapkan 200 Pompa Air
KPK OTT Pejabat BNPB: 14 Orang Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita
Revitalisasi SMKN 2 Ciamis Disambut Bahagia, Upaya Hadirkan Kenyamanan di Ruang Belajar
Pertama di Ciamis, Digitalisasi Akademik STIKes Muhammadiyah Diberlakukan
180 Siswa SMK LPT Ciamis Tak Lagi Terima MBG, Alasan Penghentian Distribusi Belum Jelas
STIKes Muhammadiyah Ciamis Lepas 235 Wisudawan, Siapkan 6 Prodi Disiapkan untuk Universitas