Sabtu, 19 September 2026

Dugaan Keracunan MBG di Pariaman Sumbar, SPPG Sebut Sekolah Tak Cek Makanan Sebelum Dibagikan ke Siswa

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 15 September 2026 | 14:47 WIB
Kasus dugaan keracunan MBG karena menu ayam tepung di MTsN1 Kota Pariaman, Sumatera Barat. (Threads/zumaahmad9)
Kasus dugaan keracunan MBG karena menu ayam tepung di MTsN1 Kota Pariaman, Sumatera Barat. (Threads/zumaahmad9)

Guru kemudian menanyakan kondisi ayam yang dikonsumsi dan mengaku kalau sudah berbau tak sedap.

Mengenai laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pariaman telah telah mengambil sampel makanan dari sisa ompreng siswa dan dari dapur SPPG.

Baca Juga: Manajer Sudah Direkrut, Gedung Sudah Dibangun, Kapan Kopdes Merah Putih Mulai Berbisnis?

“Dari Dinas Kesehatan ada ke dapur MBG juga sudah datang mengambil sampelnya. Pengambilan sampel dilakukan terhadap seluruh makanan yang terdapat dalam satu ompreng MBG,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Pariaman, Rudy Repenaldi dalam keterangannya, Senin, 14 September 2026.

Hasil uji laboratorium ini nantinya akan segera dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai instansi penanggung jawab program.

SPPG Pasir Pauh Buka Suara

Menanggapi insiden dugaan keracunan MBG di MTsN 1 Kota Pariaman, Kepala SPPG Pasir Pauh Mutiara Ihsani menyebut bahwa pihak sekolah tidak melakukan pemeriksaan pada makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Cuma PIC dari MTsN 1 Kota Pariaman tidak melakukan uji organoleptik. Mereka tidak mencoba omprengan untuk guru,” ujar Mutiara.

Baca Juga: Komentar Menohok Anak Purbaya usai Sang Ayah Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan: Akhirnya Bapak Tidur Nyenyak

Menurutnya, uji organoleptik harus dilakukan karena menjadi bagian alur koordinasi SPPG dengan penerima manfaat.

“Makanan untuk MTsN 1 Kota Pariaman dimasak sekitar pukul 03.00 WIB. Makanan kemudian didistribusikan sekitar pukul 09.20 WIB. Kami baru mendapat informasi mengenai adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan sekitar pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mutiara menyebut bahwa dugaan keracunan dilaporkan terjadi di MTsN 1 Kota Pariaman, sedangkan dari sekolah lain tidak ada kejadian serupa.

“Laporan gangguan kesehatan baru berasal dari MTsN 1 Kota Pariaman. Belum ada laporan serupa dari kelompok penerima manfaat lainnya,” tegasnya.

Adapun operasional SPPG Pasir Pauh dihentikan sementara oleh Pemko Pariaman penyelidikan penyebab dugaan keracunan.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X