Rabu, 17 Juni 2026

Desas-desus Aksi Tiyo Ardianto Disokong PDIP: Bermula dari Temuan Fortuner Milik Keluarga Pendukung Ganjar Pranowo

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 17 Juni 2026 | 18:35 WIB
Menyoroti ramainya isu eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang diduga dekat dengan lingkungan pejabat PDIP. (Instagram.com/@tiyoardianto_)
Menyoroti ramainya isu eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang diduga dekat dengan lingkungan pejabat PDIP. (Instagram.com/@tiyoardianto_)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial, sedang hangat memperbincangkan isu kedekatan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto dengan lingkungan pejabat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Isu kian merebak, setelah Tiyo dikabarkan dekat dengan salah satu tokoh pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Usut punya usut, isu yang membayangi sang penggerak aksi mahasiswa untuk menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu bermula dari adanya temuan skandal kepemilikan mobil milik keluarga Setyo Sularso.

Hal itu bermula dari pernyataan BEM Bersatu yang mengungkapkan adanya dugaan kendaraan Fortuner yang kerap digunakan Tiyo, terdaftar atas nama Siti Nuraeni, keluarga dari lingkungan tokoh PDIP.

Baca Juga: Ungkap Awal Mula Diskusi Publik di UGM Berujung Ricuh, Mahasiswa Ingatkan Pejabat Agar Tak Melulu Salahkan Publik

Perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula mengklaim, Siti Nuraeni merupakan adik dari Letjen Purn Setyo Sularso.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni," kata Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa, 16 Juni 2026.

"Adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, dan tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," sambungnya.

Rahmat melanjutkan, dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto di tengah massa aksi.

Baca Juga: Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ngaku Temukan Alat Pelacak Tersembunyi Tertanam di Mobilnya Sepulang dari Aksi Gejayan

Dugaan Aksi Mahasiswa yang Ditunggangi

Atas dugaan kedekatan Tiyo Ardianto dengan tokoh politik, Rahmat menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat bukan alat untuk merebutkan kekuasaan.

Dalam hal ini, BEM Bersatu menolak narasi-narasi adanya krisis yang tidak berbasis data utuh karena mengalihkan fokus publik.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis," tegas Rahmat.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X