Minggu, 14 Juni 2026

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 14 Juni 2026 | 16:27 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Ist)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Ist)

PORTALOKA.ID - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi upaya Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Apresiasi itu diberikan Dasco merespons salah satu langkah BI yang melakukan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dengan Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng yang ditanda tangani pada 11 Juni 2026 di Shanghai, China.

"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau remimbi tanpa harus menggantungkan pada dollar Amerika Serikat," kata Dasco dalam keterangannya, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.

Baca Juga: Begini Tanggapan Sufmi Dasco Ahmad soal Pembelian Saham BCA

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Ikut mendantangani MoU itu adalah Eddie Yue, Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA).

Dasco juga mengatakan bila dalam MoU itu disepakati QRIS lintas batas Indonesia dengan China. Sehingga, transaksi antara pengusaha China dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antaranegara.

"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia semuanya terhubung," katanya.

Baca Juga: ICW Soroti Sony Sonjaya yang Ingin jadi JC Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG: Biarkan Dia Bersuara dan Membongkar

Dasco mengungkapkan dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT. Yaitu rupiah dengan remimbi tanpa bergantung lagi dengan dollar Amerika Serikat.

"Ini upaya yg sangat serius mengurangi kebutuhan dollar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakan nya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat Rupiah," katanya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X