PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kontroversi dalam ajang Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026.
Pasalnya, sebuah polemik muncul setelah adanya dugaan diskriminasi dan rasisme dalam proses seleksi peserta nasional sekaligus seorang siswi SMAS Cerdas Bangsa, Cathlyn Yvaine Lesmana.
Kasus ini mulanya terungkap dalam unggahan TikTok @friska_32, yang menyebut siswi asal Makassar itu gagal melaju ke tingkat nasional meski mendapat nilai seleksi yang tinggi.
Setelah Cathlyn gagal dalam seleksi tersebut, dirinya digantikan oleh peserta lainnya dari kabupaten Jeneponto.
"Kasihan ya, peserta Top 3-nya, terus apa gunanya ranking kalau akhirnya yang dipilih bukan unggulan," tulis keterangan video pada postingan tersebut.
Unggahan tersebut membuat netizen memberikan beragam reaksi. Berbagai narasi berkembang seperti adanya dugaan ‘peserta titipan’ dan rasisme.
Bahkan, sejumlah pihak seperti Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) turut memberikan kecaman keras atas kasus tersebut.
Berkaca dari hal itu, tidak sedikit sebagian publik yang kini penasaran dengan sepak terjang siswi berprestasi asal Makassar tersebut. Berikut ulasan profilnya.
Baca Juga: Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim, LPYP Maleber Ciamis Potong Kurban Seberat 8 Kuintal
Ahli Berbahasa dan Jago Modeling
Cathlyn Yvaine Lesmana merupakan seorang siswi berprestasi asal Makassar yang bersekolah di SMAS Cerdas Bangsa kelas XI.
Berdasarkan laporan DPPI Kota Makassar, Cathlyn memiliki tinggi badan sekitar 170 cm serta memiliki keahlian dalam berbahasa Mandarin dan Inggris.
Penguasaan bahasa tersebut membuat dirinya meraih medali perunggu dalam ajang Senior High School Olimpiade 2025, Mandarin Proficiency Championship Indonesia 2025 level 3.
Artikel Terkait
Momen Haru Warnai Kepulangan WNI Relawan GSF ke Tanah Air, Disambut sang Anak dengan Poster 'Selamat Datang Pahlawanku'
Detik-detik Tentara Israel Cari Kapten Kapal GSF usai Kamera Hancur, Para Korban Tak Gentar Meski Ditembak Peluru Karet
Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban di Idul Adha 2026, Semua dari Peternak Lokal
Pemulihan Pascabencana Jadi Fokus Pemerintah, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Pemerintah dan DPR Setujui Anggaran Percepatan Rekonstruksi Bencana Sumatera Rp100 Triliun hingga 2028
Kronologi Dugaan Aniaya Berujung Maut yang Jerat Selebgram Woodyrman, Pelaku-Korban Sempat Adu Mulut
Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Diduga Lakukan Intervensi Politik demi Menangkan Pilkada 2024