Rabu, 15 Juli 2026

Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Diduga Lakukan Intervensi Politik demi Menangkan Pilkada 2024

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57 WIB
Menyoroti fakta terkini yang diungkap KPK terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Nonaktif, Fadia Arafiq. (Dok. Setda Pekalongan)
Menyoroti fakta terkini yang diungkap KPK terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Nonaktif, Fadia Arafiq. (Dok. Setda Pekalongan)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di Tanah Air tengah ramai menyoroti sosok Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq (FAR) yang terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan jasa tenaga alih daya atau pekerja outsourcing.

Sebelumnya, Fadia Arafiq ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 3 Maret 2026. Ia diamankan bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Jawa Tengah.

Pada saat yang sama, KPK juga menangkap 11 orang lainnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Terkini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan intervensi politik yang dilakukan Fadia Arafiq dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Aniaya Berujung Maut yang Jerat Selebgram Woodyrman, Pelaku-Korban Sempat Adu Mulut

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menuturkan, dugaan intervensi itu berkaitan dengan pekerja outsourcing yang dipekerjakan melalui PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Intervensi Pekerja saat Pilkada 2024

Dalam kasus ini, PT RNB diketahui merupakan perusahaan milik keluarga Fadia, di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah.

Budi menilai, dugaan intervensi politik Fadia terhadap pekerjanya masih terus didalami penyidik sebagai bagian dari pengembangan perkara korupsi yang menjerat Fadia Arafiq.

"Ada dugaan intervensi agar dalam pemilu (Pilkada 2024) memilih saudari FAR," tutur Budi dalam keterangannya di Jakarta, pada Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Aturan Pengadaan Barang dan Jasa karena Mantan Penyanyi Dangdut

Temuan itu juga dinilai penting untuk memperkaya kajian KPK terkait pola korupsi dalam sistem politik dan pemilu.

"Khususnya, di kajian (pencegahan korupsi) partai politik, bahwa ada skenario-skenario yang sengaja diciptakan seperti itu untuk memenangkan pihak-pihak tertentu," beber Budi.

Gasak Keuntungan Rp19 Miliar

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X