Sabtu, 11 Juli 2026

Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26 WIB
Data nasabah di Mobile Banking BCA diduga bocor dan dijual di dark web (X @DailyDarkWeb)
Data nasabah di Mobile Banking BCA diduga bocor dan dijual di dark web (X @DailyDarkWeb)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti dugaan kasus kebocoran data milik nasabah dalam mobile banking Bank Central Asia (BCA) dalam forum jaringan gelap atau dark web.

Isu kebocoran data ini mencuat setelah akun media sosial X, @DailyDarkWeb pada Kamis, 21 Mei 2026, mengunggah tangkapan layar forum yang menampilkan sampel data yang diklaim sebagai milik nasabah BCA.

Dalam unggahannya, dilaporkan adanya pihak yang menawarkan dataset bertajuk ‘BCA Mobile Bank Access & Database’ yang diklaim menyasar nasabah perbankan di Indonesia.

"Pelaku mengiklankan dugaan kumpulan data yang berbasis dari mobile banking BCA yang menargetkan nasabah perbankan Indonesia," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: 16.138 PNS Kemenag Formasi 2024 Resmi Dilantik, Menteri Agama Ingatkan soal ISTIQAMAH

Penjual di forum itu, diduga mengaku memiliki sekitar 890.000 akses dan 4,9 juta data database BCA Mobile yang disebut memuat informasi pribadi perbankan hingga kolom internal.

Kendati demikian, akun @DailyDarkWeb juga menegaskan klaim tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya dan masih bersifat dugaan.

"Saat ini, klaim tersebut harus dianggap sebagai dugaan dan perlu diverifikasi (kebenarannya)," tulis akun tersebut.

Meski klaim ini belum terverifikasi secara resmi, isu ini langsung menjadi perhatian publik terkhusus bagi para nasabah yang memiliki akun mobile banking BCA.

Baca Juga: Baleg DPR Janji Bikin Regulasi Khusus Madrasah dan Sekolah Swasta, PGMM Bogor: Jika Tak Ditepati, Kami Datang Lagi!

Picu Risiko Penipuan Digital

Bagi yang belum tahu, istilah 'accesses' dalam dunia siber sering dikaitkan dengan akses akun, kredensial login, hingga perangkat yang telah terinfeksi malware.

Data-data tersebut dinilai dapat digunakan untuk pengambilalihan akun mobile banking, penipuan digital, hingga serangan penukaran SIM.

Ancaman lainnya mencakup phising dan social engineering yang menargetkan nasabah.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X