PORTALOKA.ID - Ketidakpastian ekonomi global berimbas pada lonjakan biaya produksi.
Pelaku usaha pun dipaksa memutar otak agar produksi tetap berjalan.
Salah satu yang mengalami kondisi sulit yakni industri pengecoran logam yang berlokasi di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Tak terkecuali produsen spesialis deck drain atau penutup saluran drainase jembatan untuk proyek infrastruktur nasional.
Baca Juga: 5 Wisata Hits di Gondomanan Kota Yogyakarta, Ada Museum Sonobudoyo hingga Taman Pintar
Pelaku usaha spesialis deck drain, Agus Iriawan mengatakan gejolak ekonomi global bikin biaya produksi naik 10 hingga 15 persen.
"Dampak kenaikan harga BBM sangat terasa. Harga bahan baku naik, biaya ekspedisi naik, bahkan bahan penolong yang harus diimpor naik," kata Agus Iriawan kepada Portaloka.id.
Meski jumlah produksi sedikit menurun, pabrik milik Agus Iriawan masih konsisten memproduksi sekitar 1.500 unit deck drain per bulan.
Untuk menyiasati lonjakan biaya, Agus Iriawan mengajukan revisi kenaikan harga kontrak sebesar 10-15 persen kepada pihak konsumen maupun kontraktor utama.
Selain itu, untuk menghindari fluktuasi harga yang jadi bahan baku utama, Agus Iriawan melakukan pembelian dalam skala besar.
"Saya selalu stok bahan baku. Beli 100 ton, kalau sisa 50 ton, langsung beli lagi 100 ton. Kalau belinya eceran sedikit-sedikit, pusing menghadapi harga yang fluktuatif," imbuhnya.
Bahan baku berupa logam bekas besi tenun semula Rp 6.800 naik menjadi Rp 7.200 per kilogram.
Sedangkan bahan baku resin per karung Rp 125 ribu naik menjadi Rp 150 ribu.
Artikel Terkait
Lahan Terbengkalai Ditanam Cabai Rawit, BUMDes Bangkit Mandiri Tlogorandu Juwiring Klaten Panen Cuan Jutaan
Mengisi Libur Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Baznas Klaten
Asik dan Seru Libur Sekolah Wisata Edukasi ke Pabrik Handuk Lumintu di Janti Klaten, Cuma Bayar Mulai dari Rp 16 Ribu
Lahan Kurang Produktif Disulap Jadi Kebun Labu Madu, BUMDes Kapungan Polanharjo Klaten Raup Omzet Manis Legit Belasan Juta
Bulog Optimalkan Penyerapan Gabah, Stok Beras di Klaten Melimpah dan Dipastikan Aman hingga 2027