Sekarang sang menantu benar-benar sembuh, lantaran siang dan malam harus kerja memproduksi tahu untuk dapur MBG di desanya.
”Sekarang benar-benar insyaf karena gak punya waktu lagi untuk judi on line,” tambah nenek Sumarti.
Nenek Sumarti mengakui penghasilan sebagai pemasok tahu untuk program MBG meningkat luar biasa bahkan hingga 400 persen.
Apalagi dengan sistem pembayaran yang cash setiap hari.
Baca Juga: Waspada Penipuan! BKN Tegaskan Informasi Rekrutmen CPNS Kemenkes 2026 Hoaks
“Alhamdulah berkah program MBG, saya bisa beli mesin pompa sibel untuk pengairan di sawah, bisa beli mobil untuk alat transportasi ke dapur MBG,” kata Sumarti.
Berkait insyafnya para penjudi online karena sibuk bekerja di dapur MBG dibenarkan oleh kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati.
Menurut Ana dulu banyak pengangguran di desanya dan kalau punya sedikit uang untuk Judol.
Namun dengan bekerja di dapur MBG dan bekerja di tempat usaha para suplayer benar-benar mengurangi pengangguran serta menyembuhkan kebiasaan judi online di desanya.
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Mobil Grand Max di Selogiri Wonogiri, Diduga Akibat Ban Pecah
“Semua pada sibuk bekerja sekarang, semoga program ini sampai kapanpun dijalankan,” kata wanita yang dua kali menjadi kepala desa itu.
Senada dengan Ana, nenek Sumarti juga berharap program MBG terus berjalan karena bisa memperbaiki ekonominya dan juga ekonomi para tetangganya.
”Saya jadi bisa ikut kasih kerjaan tetangga untuk membuat tahu,” harapnya. ***
Artikel Terkait
VIRAL! Tangis Guru Honorer Pecah, Bandingkan Gajinya dengan Sopir MBG: Miris Hati Saya
Potret Perjuangan Petugas SPPG di Pedalaman NTT, Seberangi Sungai Antar MBG
Meroket! Kepala BGN Ungkap Program MBG Tahun 2026 Sedot Anggara Rp248 Triliun
DPR Kritik BGN Soal PPPK SPPG hingga Singgung Gaji Sopir MBG Lebih Tinggi dari Guru: Tolong Bisiki Pak Presiden
Cerita Yayak Surayak Perajin Telur Asin di Madiun Jawa Timur, Omset Naik 4000 Persen Gara-gara Program MBG