PORTALOKA.iD - Yayak Surayak Tak pernah mengira, kalau usaha beternak itik dan membuat telur asin bisa mensejahterakan keluarga dan warga sekitar.
Selama ini, ia hanya bisa menjual 100-200 butir telur asin dalam seminggu.
Setelah menjadi pemasok dapur MBG, ia bisa menjual 3000-5000 butir tiap minggu atau naik 2900-4900 persen.
“Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu."
Baca Juga: Prabowo Jadi Presiden RI Pertama yang Resmikan Kilang Minyak dalam 32 Tahun Terakhir
"Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung memuatnya,” kata Yayak.
Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Jika awalnya cukup membuat telur asin sendirian, ia kini tak mampu lagi mengerjakannya dengan tenaga sendiri.
Kini ia mulai mempekerjakan ibu-ibu tentangga di sekitar rumahnya.
Baca Juga: Siswi Sekolah Rakyat Dasar Beri Surat ke Presiden Prabowo: Terima Kasih Kami Bisa Merasakan Sekolah
“Sekarang ada 4 sampai 5 orang yang membantu, sementara satu orang lagi untuk packing,” ujar warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur tersebut.
Telur asin untuk menu MBG yang diminta SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) biasanya tidak terlalu asin.
Karena itu prosesnya menjadi lebih cepat.
Artikel Terkait
Soroti Pengeluaran BGN untuk MBG, ICW Sebut Pembelian Sendok Bebek di Tahun 2025 Habiskan Dana Rp4 Miliar
VIRAL! Tangis Guru Honorer Pecah, Bandingkan Gajinya dengan Sopir MBG: Miris Hati Saya
Potret Perjuangan Petugas SPPG di Pedalaman NTT, Seberangi Sungai Antar MBG
Meroket! Kepala BGN Ungkap Program MBG Tahun 2026 Sedot Anggara Rp248 Triliun
DPR Kritik BGN Soal PPPK SPPG hingga Singgung Gaji Sopir MBG Lebih Tinggi dari Guru: Tolong Bisiki Pak Presiden