Herdiat juga menyoroti keterkaitan langsung antara program MBG dengan keberlangsungan pertanian lokal.
Saat ini, baru sekitar 60 persen kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut yang mampu dipenuhi dari wilayah Ciamis, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan luar daerah.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan peluang besar sekaligus tantangan bagi desa-desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kalau seluruh kebutuhan MBG bisa dipenuhi dari hasil pertanian lokal, maka perputaran ekonomi akan kembali ke petani dan masyarakat Ciamis sendiri,” tegasnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara Soal Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemprov Jabar Belum Terima Gaji
Melalui kegiatan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap aparatur desa semakin solid, profesional, dan mampu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga desa.***
Artikel Terkait
Resep Nasi Kuning dan Balado Telur Gurih Pedas dan Pulen, Cocok Jadi Hidangan Spesial
Kecelakaan Truk Bak Kayu Vs Truk Dump di Ceper Klaten, Evakuasi Sopir Dramatis, Berawal dari Putar Balik Arah
3 Fakta Kecelakaan Remaja Boceng Tiga di Pandak Bantul, Dua Orang Meninggal Dunia Adalah Pemotor dan Pembonceng Tengah
Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Pasar di Karanganyar Jawa Tengah, Dagangan pada Gerobak Pedagang Ikut Terbang
Titipan Harapan Diaspora ke Prabowo di World Economic Forum: Bawa Pemuda RI Mendunia
Waspada Penipuan! BKN Tegaskan Informasi Rekrutmen CPNS Kemenkes 2026 Hoaks