Kamis, 4 Juni 2026

Cerita Haji Syamsudin dari NTB Ikut Aksi Damai di Jakarta, Bawa Cenderamata Kain Tenun Khas Bima untuk Presiden Prabowo

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:17 WIB
Haji Syamsudin (pakai sorban) dari NTB Ikut Aksi Damai di Jakarta menuntut agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Portaloka.id/Arman)
Haji Syamsudin (pakai sorban) dari NTB Ikut Aksi Damai di Jakarta menuntut agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Portaloka.id/Arman)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Haji Syamsudin, seorang guru madrasah di Nusa Tenggara Barat (NTB) turut serta dalam aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.

Ia bersama puluhan ribu guru lainnya menuntut kepada pemerintah agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kedatangan Syamsudin ke Jakarta membawa amanah yang dititipkan oleh guru madrasah di wilayah Indonesia timur.

"Saya sebetulnya sudah ASN, karena punya tanggung jawab moral terhadap guru-guru yang mengabdi di sekolah dan madrasah, saya bisa merasakan betul bagaimana kesulitan teman-teman guru di lapangan dalam mendidik dan mencedaskan anak bangsa," ucap Samsudin kepada Portaloka.id, Kamis, 30 Oktober 2025.

Baca Juga: Guru Honorer Madrasah Anak Tiri di Negeri Sendiri, Kisah Pedih Saeful Husna, 20 Tahun Mengajar Gaji Dibawah UMR

Pria yang menjabat sebagai Ketua PGMM NTB itu menceritakan ia datang ke Jakarta sekaligus ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Syamsudin mengaku sudah membawa oleh-oleh untuk Prabowo berupa kain tenun khas adat Bima.

"Kami ada bawa cinderamata buat Pak Prabowo sebetulnya, kain tenun khas adat masyarakat etnis Donggo Bima, NTB, karena di Nusantara ini ada 4 yang punya khas adat yang sama, Baduwi, Sarolangun Kalimantan, Toraja di Sulawesi, Donggo di NTB," katanya.

"Kami mau hadiahkan sekaligus menyerahkan dokumen-dokumen data guru yang kami himpun di madrasah," tambah dia.

Baca Juga: Puluhan Ribu Guru Swasta Gelar Aksi Damai di Jakarta, Tuntut Diangkat Jadi PPPK

Dikatakan Syamsudin, kain tenun yang akan dihadiahkan kepada Prabowo bukanlah kain sembarangan.

Kain tenun tersebut dipersiapkan secara khusus dan tidak bisa didapatkan di tempat lain.

"Kainnya itu kain khas yang dipinta secara adat dari leluhur-leluhur dan tidak bisa didapat di tempat lain," kata Haji Syamsudin.

Namun sayangnya, ia tak bisa bertemu dengan Presiden Prabowo untuk menyampaikan aspirasinya.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X