JAKARTA, PORTALOKA.ID - Haji Syamsudin, seorang guru madrasah di Nusa Tenggara Barat (NTB) turut serta dalam aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia bersama puluhan ribu guru lainnya menuntut kepada pemerintah agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kedatangan Syamsudin ke Jakarta membawa amanah yang dititipkan oleh guru madrasah di wilayah Indonesia timur.
"Saya sebetulnya sudah ASN, karena punya tanggung jawab moral terhadap guru-guru yang mengabdi di sekolah dan madrasah, saya bisa merasakan betul bagaimana kesulitan teman-teman guru di lapangan dalam mendidik dan mencedaskan anak bangsa," ucap Samsudin kepada Portaloka.id, Kamis, 30 Oktober 2025.
Pria yang menjabat sebagai Ketua PGMM NTB itu menceritakan ia datang ke Jakarta sekaligus ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
Syamsudin mengaku sudah membawa oleh-oleh untuk Prabowo berupa kain tenun khas adat Bima.
"Kami ada bawa cinderamata buat Pak Prabowo sebetulnya, kain tenun khas adat masyarakat etnis Donggo Bima, NTB, karena di Nusantara ini ada 4 yang punya khas adat yang sama, Baduwi, Sarolangun Kalimantan, Toraja di Sulawesi, Donggo di NTB," katanya.
"Kami mau hadiahkan sekaligus menyerahkan dokumen-dokumen data guru yang kami himpun di madrasah," tambah dia.
Baca Juga: Puluhan Ribu Guru Swasta Gelar Aksi Damai di Jakarta, Tuntut Diangkat Jadi PPPK
Dikatakan Syamsudin, kain tenun yang akan dihadiahkan kepada Prabowo bukanlah kain sembarangan.
Kain tenun tersebut dipersiapkan secara khusus dan tidak bisa didapatkan di tempat lain.
"Kainnya itu kain khas yang dipinta secara adat dari leluhur-leluhur dan tidak bisa didapat di tempat lain," kata Haji Syamsudin.
Namun sayangnya, ia tak bisa bertemu dengan Presiden Prabowo untuk menyampaikan aspirasinya.
Artikel Terkait
Aksi Nekat 4 Pemuda Mabuk Lempari Dump Truk Pakai Batu di Camplong Fatuleu Kupang NTT, Begini Endingnya
Buron 19 Hari, Pria Asal Kupang NTT Dibekuk Polisi Gegara Melakukan Aksi Penikaman, Berawal dari Mabuk Miras Joget di Acara Nikahan
Ribuan Guru Honorer Madrasah Swasta Gelar Aksi Damai di Depan DPRD Kabupaten Ciamis, Tuntut Kesetaraan dan Kesejahteraan
Puluhan Ribu Guru Swasta Gelar Aksi Damai di Jakarta, Tuntut Diangkat Jadi PPPK
Guru Honorer Madrasah Anak Tiri di Negeri Sendiri, Kisah Pedih Saeful Husna, 20 Tahun Mengajar Gaji Dibawah UMR