SEMARANG, PORTALOKA.ID - Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menghadirkan pembelajaran kreatif bagi anak-anak Kelurahan Podorejo melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustusa 2026 di Rumah Ilmu Palir, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ini mengusung tema Literasi Kreativitas: Keterampilan Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas dan Kawat Bulu.
Sebanyak 38 anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Pojok Literasi Tunas Ngrembaka merupakan salah satu dari empat pojok literasi dalam program NGREMBAKA AKSARA yang dikembangkan Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES sebagai upaya membangun Kelurahan Podorejo Cerdas Berkelanjutan.
Baca Juga: 2.400 PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat jadi Penuh Waktu? Begini Kata Badan Kepegawaian
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi, kreativitas, life skills, serta kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai materi yang akan dipelajari.
Selanjutnya, anak-anak memperoleh edukasi mengenai pengertian barang bekas, manfaat daur ulang, serta berbagai contoh produk kreatif yang dapat dihasilkan dari tutup botol plastik dan kawat bulu.
Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami sesuai tahap perkembangan peserta.
Baca Juga: 707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Dinkes Masih Usut Penyebabnya
Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Kelompok TK membuat gantungan kunci menggunakan kawat bulu (chenille) yang aman dan mudah dibentuk untuk melatih koordinasi motorik halus serta kreativitas.
Sementara itu, kelompok SD membuat gantungan kunci berbahan dasar tutup botol bekas melalui proses pencetakan dengan pendampingan intensif dari Tim Pelaksana PPK Ormawa, Ormawa, dan Satgas.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya belajar mengolah limbah menjadi produk kreatif, tetapi juga mengenal konsep sederhana pengolahan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Setelah praktik selesai, peserta mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai bentuk penguatan materi, kemudian dilanjutkan dengan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.