CIAMIS, PORTALOKA.ID - MA Plus Azzahra kembali menyelenggarakan kegiatan Masa Ta’aruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak (MATACAKAP) Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian pembinaan peserta didik baru.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari 1 malam, mulai Jumat–Sabtu (10–11 Juli 2026) ini secara resmi dibuka oleh Kepala MA Plus Azzahra, Dhiagus Merti Pagede, M.Pd., pada Jumat pagi di halaman madrasah.
Dalam sambutannya, Dhiagus Merti Pagede menegaskan bahwa MATACAKAP bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi merupakan proses awal pembentukan karakter peserta didik baru agar memiliki jiwa disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat kebersamaan melalui pendidikan kepramukaan.
“Pramuka adalah wahana pendidikan karakter yang sangat efektif. Melalui MATACAKAP ini kami berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal budaya madrasah, memahami nilai-nilai kepramukaan, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, disiplin, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Dhiagus.
Mengusung konsep pembelajaran di alam terbuka, peserta mengikuti Long March dari lingkungan MA Plus Azzahra menuju Bumi Perkemahan Singugu, Desa Bojongmalang, Kecamatan Cimarags, Kabupaten Ciamis.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari latihan fisik, mental, kekompakan regu, serta melatih daya juang peserta dalam menyelesaikan setiap tantangan secara bersama-sama.
Sesampainya di lokasi perkemahan, peserta mengikuti berbagai materi pengenalan Kepramukaan Penegak, mulai dari penguatan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka, kehidupan Ambalan Penegak, kerja sama tim, hingga pembentukan jiwa kepemimpinan.
Yang menarik, pada penyelenggaraan tahun ini panitia juga menghadirkan materi pengenalan peralatan keselamatan (safety equipment) dan teknik dasar turun tebing (rappelling).
Baca Juga: DPR Minta APBN Topang Gaji PPPK Daerah yang Alami Defisit Anggaran, Setuju?
Materi tersebut diberikan sebagai bentuk edukasi dasar mengenai keselamatan kegiatan alam terbuka sekaligus memperluas wawasan peserta terhadap aktivitas kepanduan yang menuntut ketelitian, keberanian, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Dengan didampingi instruktur dan pembina yang berpengalaman, peserta diperkenalkan penggunaan helm keselamatan, harness, tali pengaman, teknik pemasangan peralatan, hingga praktik dasar penggunaan perlengkapan secara aman.
Antusiasme siswa terlihat tinggi saat mengikuti sesi ini karena menjadi pengalaman baru yang menantang sekaligus edukatif.
Selain materi keterampilan, kegiatan juga diisi dengan ibadah bersama, api unggun, dinamika kelompok, permainan edukatif, refleksi malam, hingga kegiatan kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antarsiswa baru.