BONDOWOSO, PORTALOKA.ID - Eksistensi dan konsistensi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam mengemban amanah pendidikan Islam patut diacungi jempol.
Melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penma), Kemenag Bondowoso terus bergerak maju tanpa surut selangkah pun dalam meneguhkan serta meningkatkan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan memajukan madrasah berbasis Islam di seluruh wilayah Bondowoso, baik satuan kerja Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) maupun Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS).
Sinergi yang harmonis ini terbukti nyata dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Guru Madrasah Swasta se-Kabupaten Bondowoso yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026.
Bertempat di MTsS Ma'arif 04 NU Dusun Kaladi—sebuah madrasah yang dipimpin oleh Bapak Zul Amsa, S.Pd., dan terletak di wilayah geografis perbatasan antara Kecamatan Cermee, Bondowoso dengan Kecamatan Panji, Situbondo—acara ini dihadiri oleh sekitar 90 persen Guru PAI Madrasah.
Kehadiran massal ini menjadi bukti kuatnya tali silaturahmi yang telah mengakar dan berjalan konsisten selama bertahun-tahun antarguru PAI madrasah lintas kecamatan di Bondowoso.
Pendidikan Holistik dan Urgensi MGMP
Pendidikan Agama Islam di Bondowoso dituntut untuk bersifat holistik, bukan tentatif atau jalan di tempat.
Oleh karena itu, Guru PAI Madrasah Tsanawiyah diwajibkan melakukan akselerasi dan moderasi dalam mengimplementasikan pengetahuan kepada peserta didik.
Di sinilah letak urgensi pentingnya wadah MGMP, di mana setiap pertemuan pada hari Kamis minggu kedua selalu dibingkai dengan diskusi dan pengembangan mutu pedagogik.
Kegiatan rutin ini mendapat dukungan penuh dari Pengawas PAI Binaan Kecamatan Cermee, Miloso, M.Pd., yang turut hadir dan memberikan kata sambutan hangat.
Hadir pula sebagai pemateri utama yang hampir tidak pernah absen, kecuali jika ada udzur syar'i, yaitu Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Bondowoso, Fausi Karim, S.Pd.I., M.Pd.I.
Acara berlangsung khidmat dalam nuansa mujalasah (duduk bersama), munadzaroh (diskusi/tukar pikiran), dan musyarokah (kemitraan).