PORTALOKA.ID - Persoalan kesejahteraan guru honorer mendapat perhatian sejumlah pihak.
Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti nasib guru honorer yang tak mendapat kepastian.
Puan pun menyoroti pentingnya negara memberi penghargaan bagi para guru honorer terutama mereka yang telah lama mengabdi dan masih berada pada tingkat kesejahteraan yang minim.
“Kualitas sebuah Negara sering kali terlihat dari bagaimana Negara memperlakukan mereka yang bekerja paling lama dalam kesunyian,” kata Puan dalam keterangannya, dikutip Portaloka.id, Rabu, 15 April 2026.
Dikatakan Puan, pendidikan tidak hanya dibangun melalui kebijakan besar, tetapi juga oleh orang-orang yang selama bertahun-tahun menjaga agar sekolah tetap hidup meskipun sistem belum sepenuhnya berpihak kepada mereka.
“Hari ini, kita masih sering menemukan adanya guru honorer lanjut usia, yang bahkan hingga hampir pensiun masih mendapat upah yang jauh di bawah standar,” tuturnya.
Puan kemudian menyinggung kisah guru honorer yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Adalah Cacang Hidayat, guru honorer di Kabupaten Lebak yang selama 25 tahun mengabdi di SMPN Cibadak dengan hanya mendapat upah Rp 500.000 setiap bulannya.
Usai kisahnya viral dan menjadi perhatian publik, Cacang akhirnya mendapat pengakuan Negara.
Baru-baru ini, Cacang diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Lebak.
Puan menilai, kisah seperti Cacang menunjukkan perlunya koreksi lebih mendalam pada sistem pendidikan nasional.
“Kisah semacam guru Cacang memperlihatkan bahwa dalam sektor pendidikan nasional masih terdapat jarak yang cukup lebar antara kebutuhan negara terhadap pengabdian dan kecepatan sistem dalam menghadirkan kepastian bagi mereka yang menopang layanan pendidikan sehari-hari,” paparnya.