Ia menyebut kondisi tersebut berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini.
Selain itu, ia menyoroti kesejahteraan guru yang masih menerima gaji minim, bahkan di bawah Rp1 juta per bulan.
Menurutnya, kondisi ini bisa memicu pengunduran diri massal jika tidak segera ditangani.
“Kalau guru-guru dengan gaji minim itu mundur, siapa yang akan mengajar anak-anak kita? Jangan sepelekan keluhan dan masukan guru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa guru merupakan aktor kunci dalam membentuk generasi masa depan bangsa, sehingga kebijakan sentralisasi tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga harus menjamin kesejahteraan dan kepastian distribusi yang adil.***