Baca Juga: Abah Geyot dan Bedug yang Kehilangan Jantungnya
Melalui presentasi berjudul "How to Assess Students’ Temperament Using Ancient Javanese Knowledge", ia menjelaskan bagaimana kearifan lokal Jawa dapat menjadi instrumen krusial bagi guru dalam merancang intervensi pendidikan karakter yang efektif.
Langkah Konkret Kolaborasi Internasional
Usai sesi akademik, agenda berlanjut pada pembahasan teknis mengenai perluasan kerja sama.
FIPP International Forum 2026 menjadi momentum bagi pimpinan FIPP UNNES untuk menjajaki peluang kolaborasi lebih dalam dengan Universiti Malaya dan UIN Salatiga.
Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerjasama FIPP UNNES, Siti Nuzulia, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menawarkan sejumlah skema kerja sama konkret kepada pihak Universiti Malaya.
"Kami menawarkan skema riset kolaborasi, penulisan artikel ilmiah bersama, visiting professor, hingga joint supervisor untuk mahasiswa pascasarjana," urai Siti Nuzulia.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat, kedua belah pihak akan segera merealisasikan program external examiner.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepahaman bersama yang akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan dokumen kerja sama resmi (MoU/MoA).
Baca Juga: Beredar Skema Prioritas Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta, Benarkah? Ini Kata Kemenag
Sinergi lintas negara ini menjadi langkah konkret FIPP UNNES dalam mendukung pencapaian SDGs nomor 4 terkait pendidikan berkualitas serta nomor 17 dalam memperkuat kemitraan global demi akselerasi inovasi akademik di Asia Tenggara.***