"Segala sesuatu yang kami lakukan ini hanyalah ikhtiar, kami berdoa dan berusaha kita serahkan semua kepada Allah, mudah-mudahan Pak Presiden bisa bertemu dengan kita di acara kita nanti," tambahnya.
Tedi merasa yakin, Presiden Prabowo akan mengabulkan tuntutan para guru. Terlebih, lanjut Dia, Presiden Prabowo sangat anti diskriminasi.
Baca Juga: Tantangan Pasca-Pelatihan Koding dan KA: 90 Guru Banjarnegara Dituntut Jadi Duta Digital di Sekolah
"Kami yakin Pak Presiden akan mengabulkan aspirasi kita. Karena di awal beliau dilantik menjadi presiden di gedung MPR/DPR menyatakan bahwa kita punya prinsip anti penindasan, anti diskriminasi. Jangankan bangsa sendiri, bangsa luar aja dibantu supaya tidak terdiskriminasi, masa bangsa sendiri dibiarkan," kata Tedi dengan penuh keyakinan.
Imbauan Bagi Peserta Aksi
Dalam kesempatan yang sama, Tedi kembali menekankan kepada para peserta audiensi akbar, bahwa aksi ini bukan dalam rangka melawan pemerintah.
Dia menegaskan bahwa aksi tersebut untuk menuntut keadilan bagi guru madrasah dan sekolah swasta.
"Kita bukan untuk melawan pemerintah, bukan masalah finansial, tapi ini masalah keadilan. Kami ingin menyampaikan bahwa hari ini guru madrasah dan sekolah swasta mendapatkan perlakuan yang diskriminatif. Pemerintah harus tahu ini, karena saya yakin Pak Prabowo punya semangat yang tinggi untuk menegakkan keadilan," terangnya.
Tedi juga meminta kepada para peserta aksi agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak berbuat anarkis.
"Aksi ini mohon untuk dijaga jangan sampai ternodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jaga kesehatan dan mental, persiapkan segala sesuatu termasuk makanan dan obat-obatan," pungkasnya.***