Rabu, 1 Juli 2026

Artificial Intelligence Tidak Akan Menggantikan Guru: Saatnya Pendidik Berkolaborasi dengan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 1 Juli 2026 | 13:10 WIB
Kupas peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan (Ist)
Kupas peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan (Ist)

Artificial Intelligence Sebagai Mitra, Bukan Pengganti

UNESCO melalui Guidance for Generative AI in Education and Research (2023) menegaskan bahwa penggunaan AI harus berorientasi pada manusia (human-centred AI).

Teknologi harus memperkuat kualitas pendidikan tanpa menghilangkan peran guru sebagai pengambil keputusan utama dalam proses pembelajaran.

Dalam praktiknya, AI dapat membantu guru dalam berbagai pekerjaan profesional, antara lain:

  • menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran;
  • membuat asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif;
  • menghasilkan media pembelajaran interaktif;
  • menyusun presentasi, infografis, video, dan ilustrasi edukatif;
  • menganalisis hasil belajar peserta didik;
  • menyusun laporan administrasi pembelajaran;
  • membantu diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Berbagai aktivitas administratif yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Artinya, AI bukan menggantikan guru, melainkan mengembalikan waktu guru kepada aktivitas yang paling penting, yaitu mendampingi peserta didik belajar.

Baca Juga: BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon Guna Tingkatkan Ketahanan Ekonomi

Transformasi Kompetensi Guru di Era AI

Perubahan teknologi selalu menuntut lahirnya kompetensi baru.

Jika dahulu guru dituntut menguasai literasi baca tulis dan teknologi informasi, kini guru juga perlu memiliki Literasi Artificial Intelligence.

OECD (2023) menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam praktik pembelajaran secara efektif.

Guru masa depan setidaknya perlu memiliki kompetensi berikut.

  • Literasi digital.
  • Literasi AI.
  • Kemampuan menyusun prompt secara efektif.
  • Berpikir kritis terhadap hasil AI.
  • Kemampuan memverifikasi informasi.
  • Etika penggunaan AI.
  • Perlindungan data pribadi peserta didik.
  • Kreativitas dalam mendesain pembelajaran.

Dengan kompetensi tersebut, AI akan menjadi alat produktivitas, bukan ancaman.

Baca Juga: Ketua Pimda PGMM Bondowoso Soroti Kebijakan Pemerintah soal Program MBG yang Masih Banyak Kekurangan

AI Tidak Memiliki Empati

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X