Sabtu, 18 Juli 2026

DPR Ungkap Dampak Negatif Pembelajaran Daring atau Online, Minta Pemerintah Kaji Mendalam sebelum Kebijakan Diterapkan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 24 Maret 2026 | 20:48 WIB
Ilustrasi - Dampak yang timbul dari pembelajaran daring atau online (Freepik/jcomp)
Ilustrasi - Dampak yang timbul dari pembelajaran daring atau online (Freepik/jcomp)

PORTALOKA.ID - Rencana pemerintah untuk memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau dalam jaringan (online) mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti, menyoroti rencana pembelajaran secara daring.

Pembelajaran secara daring atau online pernah dilakukan pada saat pandemi Covid-19.

Namun, menurut Esti pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Oleh sebab itu, ia berpendapat wacana kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

Baca Juga: 104 Sekolah Rakyat Dibangun Lagi, Lengkap dengan Asrama Gratis, Anak Keluarga Miskin Ekstrem Punya Peluang untuk Bersekolah

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti dalam keterangannya, dikutip Portaloka.id, Selasa, 24 Maret 2026.

Persoalan Belajar Secara Daring

Esti menyebut, kegiatan belajar mengajar secara daring menimbulkan sejumlah persoalan serius pada siswa.

Ia merinci persoalan tersebut menyangkut kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kelahiran 1991 Segera Merapat! Ini Kesempatan Terakhir Ikut Tes CPNS 2026, Simak Syarat Lengkapnya

"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," katanya.

Salah satu dampak pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 menurutnya adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya.

Ia menilai, kemampuan kognitif pelajar semakin menurun pasca kebijakan pembelajaran daring. Hal itu terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

Selain ketertinggalan dalam bidang akademis seperti learning loss yang dialami para siswa, menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis dan kesehatan fisik anak.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X