Sabtu, 18 Juli 2026

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Amin Suyitno Sambangi INU Ciamis

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Sabtu, 27 September 2025 | 22:33 WIB
Dirjen Pendis Kemenag sambangi INU Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)
Dirjen Pendis Kemenag sambangi INU Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Keluarga besar Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis merasa bangga dikunjungi Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Prof Dr Amin Suyitno, M.Ag.

Kunjungan yang singkat ini digunakan untuk sharing dengan mahasiswa dan para dosen INU.

Dia didaulat tampil sebagai narasumber di Studium General, Sabtu, 27 September 2025 di Kampus INU Ciamis.

Dalam kesempatan tersebut, Amin Suyitno memaparkan tantangan masa depan umat yang bersentuhan dengan kemajuan teknologi.

Baca Juga: Awasi Pemilu dan Pilkada 2029, Bawaslu Ciamis Bangun Sinergi dan Perkuat Kelembagaan

"Kemajuan teknologi ini harus dikelola dengan baik agar maslahat, yakni dengan menciptakan sarjana yang interpreuner dan mampu berdaya saing global, " ujar Amin.

Menurut Ketua LPTNU PBNU ini, untuk mencapai tujuan agar sarjana Islam punya standar interpreuner dan kemampuan teknologi yang profesional, pihaknya sedang mempersiapkan kurikulum berbasis cinta (KBC).

"Basis kurikulum cinta salah satunya adalah menjaga dan melestarikan bumi. Dalam bahasa kami adalah ekoteologi, masing-masing kita melakukan gerakan menanam pohon," ujarnya.

Rektor INU Ciamis, KH Dr Kusoy mengatakan, kedatangan Dirjen Pendis Prof Dr H Amin Suyitno didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat , H. Dudu Rohman merupakan berkah.

Baca Juga: Berkat Pendampingan BRI, Usaha Kopi Lokal Ini Semakin Bertumbuh, Awalnya dari Hobi Kini jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

"Kedatangan Dirjen Pendis Prof Amin sangat memotivasi INU Ciamis untuk lebih maju. Kami ucapkan banyak terimakasih telah berkunjung ke INU Ciamis," ujar Kusoy

Kampus itu ingin melahirkan interpreuner, SDM Profesional dan berdaya saing global dan menguasai teknologi.

Basis kerukulumnya ekoteologi. Kurikulum berbasis cinta (KBC) salah satu didalam melestarikan bumi.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X