Ia menjelaskan perbedaan antara barak anak-anak nakal yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan siswa-siswi MAN 2 Kota Bandung.
"Kalau KDM Bapak Aing, anak-anak yang nakal dibawa ke barak, tapi kalau siswa-siswi MAN 2 ke barak bukanlah anak yang nakal, tapi akan meningkatkan kesholehan anak kami," tuturnya.
Mas'an Hardana berharap, murid MAN 2 Kota Bandung menjadi anak-anak yang berkarakter.
"Semoga anak-anak MAN 2 ini manjadi anak-anak yang cerdas, anak-anak yang Sholeh dan anak yang terampil. Itulah karakter yang akan dibangun oleh MAN 2 Kota Bandung," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komite juga mengucapkan terimakasih atas peranan Kapten Supriyadi dari Yonzipur 9/para sebagai pembina pendidik karakter dan juga Indri sebagai bendahara, serta komite dan panitia PPK.***
Artikel Terkait
3 Fakta Pemotor Nyemplung Selokan di Nanggulan Kulon Progo, Korban Sempat Tabrak Pot Bunga dan Beberapa Tiang Bendera
Mobil Tabrak Rumah Warga di Temon Kulon Progo Yogyakarta, Polisi Lakukan Penyelidikan
Temui Keluarga Ojol yang Dilindar Rantis Brimob, Kapolri Sampaikan Permohonan Maaf
Bandung Great Sale 2025 Resmi Dibuka, Warga Serbu Diskon Gila-Gilaan Hingga 80 Persen
Berapa Gaji Brimob? Segini Nominal dari Golongan I sampai IV Lengkap dengan Tunjangannya
Festival Literasi Kota Bandung 2025: Siswa SDN 037 Sabang, Fahrina Aqila Salsabila Juara Lomba Bertutur
Luncurkan Program ‘Indramayu Berzakat’ Bupati Indramayu Diganjar Penghargaan Tokoh Peduli Zakat Tingkat Nasional
Tidak Ikut Demo, Ojol Tewas Dilindas Mobil Taktis Brimob Ternyata Sedang Antar Pesanan, Begini Sosoknya
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Raih Penghargaan Baznas Award 2025 Bersama Camat Baregbeg dan Kepala Desa Cisontrol
Prabowo Perintahkan Investigasi Transparan Insiden Ojol Affan Kurniawan