Kini, Warung Soto Bebek Bu Heri Danguran ini sudah dikelola oleh generasi ketiga.
Maryam Ulfa menjelaskan, proses pengolahan daging bebek untuk dijadikan topping soto memerlukan Waktu dua hari hingga tiga hari.
Daging bebek diolah dengan cara di bacem terlebih dahulu.
Hal itu dilakukan agar daging bebek yang akan dijadikan topping soto tidak terasa alot dan berbau amis.
Selain itu, dengan campuran aneka rempah, kuah soto bebek jadi istimewa, segar dan gurih.
"Kalau soto bebek itu yang jelas pakai kaldu bebek asli, itu yang membedakan."
"Kalau ayam dan sapi udah biasa, kalau soto bebek ini pakai kaldu bebek dan tidak amis untuk kaldunya, kita punya resep sendiri," kata Maryam Ulfa.
"Bebek mentah itu direbus kurang lebih 2 jam, baru setelah itu proses bacem selama 2 hari lalu baru kita jual," terangnya.
"Biar meresap, jadi enggak hanya luarnya yang manis tapi bisa masuk sampai tulangnya juga terasa bumbunya," tuturnya.
Satu porsi soto bebek campur dibandrol dengan Harga Rp 9 ribu.
Sedangkan soto bebek pisah dijual seharga Rp 12 ribu.