Lalu, bagaimana asal usul sate maranggi? Berikut ulasannya.
Penjual Sate Bernama Mak Anggi
Irvan Setiawan, seorang peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat mengatakan, sate maranggi muncul sekitar tahun 1960-an.
Kata "Maranggi" berasal dari nama penjual sate maranggi di Cianting yaitu Mak Anggi.
Diciptakan Oleh Pekerja Peternakan Domba
Versi lain menyebut bahwa sate maranggi diciptakan oleh para pekerja dipeternakan domba.
Mereka memanfaatkan sisa daging domba, lalu memotongnya menjadi ukuran kecil-kecil.
Potongan daging tersebut kemudian direndam dengan rempah-rempah dan sedikit gula aren. Walhasil, air rendaman itu bisa membuat daging tersebut awet dan memiliki cita rasa tersendiri.
Dilansir dari laman Disipusda Purwakarta, penemuan racikan daging dari para pekerja ternak ini pun terdengar santer di masyarakat.
Namun sejak diciptakan, panganan dari desa itu tak memiliki nama baku dan warga saat itu hanya menyebutnya sate.
Hingga pada akhirnya, di Kecamatan Plered, terdapat warung sate domba yang tersohor milik Mak Anggi.
Baca Juga: Hayu Healing! 5 Air Terjun Terindah di Jawa Barat Ini Recommended untuk Liburan Akhir Pekan
Pengrajin Keris