"Saat nyadran omsetnya lebih meningkat lagi, karena permintaan lebih banyak."
"Meningkat omsetnya, peningkatan 100 persen."
"Biasanya produksi 5 kilogram kini jadi 10 kilogram," kata Eko Yulianto kepada Portaloka.id.
Salah satu pembeli, Wahyu mengaku setiap tahun selalu mencari camilan brondong untuk camilan pelengkap tradisi sadranan.
Selain itu, brondong juga jadi oleh-oleh untuk keluarga yang pulang kampung.
"Pada untuk tradisi adat Jawa sebagai pelengkap hidangan."
"Momen seperti saat ini pasti keluarga, saudara jauh pada pulang."
"Rasanya manis, renyah tidak melempem," ucap Wahyu kepada Portaloka.id.
Harga brondong bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga 13 ribu per biji.
Para konsumen yang beli brondong berasal dari Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. ***