PORTALOKA.ID - Maraknya judi online (judol) di Indonesia makin mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari banyaknya pelaku jaringan internasional yang terungkap oleh pihak kepolisian.
Judi online sendiri telah dianggap sebagai bencana sosial yang berdampak pada kesehatan mental. Tak hanya narkoba, nyatanya judol juga mengakibatkan kecanduan bagi para pelaku.
Judi awalnya hanya bisa diikuti secara langsung dalam kasino. Seiring perkembangan teknologi dan kemudahan transaksi, judi pun dapat diakses secara online di mana saja dan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.
Judi online biasanya dikemas dalam bentuk aplikasi permainan atau situs web yang menarik, seperti kartu, catur, dadu hingga taruhan olahraga.
Baca Juga: Pria 39 Tahun Warga Alian Kebumen Terancam Penjara 10 Tahun Denda 10 Miliar Gegara Judi Online Jenis 'Hongkong'
Selain itu, banyaknya iklan-iklan judol yang muncul diberbagai platform media sosial pun menjadi kunci untuk menjerat para korbannya.
Lalu, bagaimana judi online bisa berpengaruh pada kesehatan mental pelaku?
Melansir dari Siaran Sehat bersama Kementerian Kesehatan RI, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Santi Yuliani mengungkapkan bagaimana seseorang bisa mengalami kecanduan terhadap judi online.
1. Judi Online Memiliki Sifat Adiksi
Seperti halnya narkoba, judi online pun memiliki sifat adiksi atau kecanduan. Hal itu terjadi karena adanya pola reward tak terduga atau disebut juga hadiah intermintten.
Baca Juga: Pria 39 Tahun Ditangkap Polres Kebumen di Tempat Kerjanya Gegara Judi Online Jenis 'Hongkong'
Sistem ini merupakan salah satu mekanisme psikologis yang digunakan untuk menarik dan mempertahankan penggunanya.
2. Pengaruh Lingkungan
Pengaruh dari lingkungan sosial juga kerap membuat pelaku judi online merasa aman, sebab tidak adanya penangkapan pengguna di sekitarnya.
Pergaulan dengan orang yang sering bermain judi pun dapat menyebabkan seseorang tertular untuk bermain judi online.
Baca Juga: Komdigi Blokir Ratusan Rekening Bank yang Dipakai Aktivitas Judi Online, BCA Jadi yang Terbanyak
3. Pelarian dari Masalah Pribadi
Seseorang yang sedang dalam kondisi stres, cemas, bahkan sedih membutuhkan banyak distraksi.
Sayangnya mereka salah memilih jalan keluar, sehingga distraksi atas perasaan sedih itu dituangkan melalui mekanisme yang keliru, yaitu judi online.
Untuk itu, judi online perlu mendapat perhatian dari sisi kesehatan mental karena ditakutkan hal tersebut dilakukan akibat pelarian dari masalah.
Baca Juga: Sederet Barang Bukti dari Pelaku Judi Online di Pangandaran yang Diamankan Petugas, Ada Laptop hingga iPhone 13
Tanda-tanda Kecanduan Judi Online
Menurut dr. Santi, dari sisi psikologi ada beberapa tanda-tanda seseorang yang kecanduan judi online.
1. Obsesif Berlebihan
Dalam hal ini, dr. Santi mengatakan bahwa sikap obsesif berlebihan ini dapat dilihat dari waktu penggunaan handphone yang meningkat tajam karena terus menerus memikirkan strategi supaya menang.