"Hal ini menyebabkan pikiran yang tidak bisa berhenti dan terjadinya perubahan suasana hati, baik ketika menang maupun kalah," katanya.
Ketika mengalami kekalahan, pelaku judi online pun bisa mengalami kecemasan, tertekan, dan menimbulkan emosi yang tidak stabil sehingga memengaruhi hubungan dengan orang-orang terdeket.
Baca Juga: Jadi Otak Situs Judi Online, Siswa SMA di Pangandaran Ditangkap Polisi
2. Kesulitan Mengendalikan Dorongan
Pelaku judi online kerap kali mengalami kesulitan mengendalikan dorongan untuk terus bermain.
Mereka menganggap bahwa kegiatan ini adalah satu-satunya sumber kebahagiaan yang dapat menjadi pelarian untuk setiap masalahnya.
"Kalau udah nggak main, rasanya ada yang kurang meskipun sudah tahu dampaknya negatif," terang dr. Santi.
3. Membutuhkan Validasi
Pelaku judol ini seringkali berpikir tanpa menggunakan akal sehat atau alasan yang tepat, seakan-akan melakukan perjudian itu tidak ada salahnya dan validasi itu mereka butuhkan ketika menang.
Baca Juga: Siswa SMA Pelaku Judi Online di Pangandaran Punya Peran Kunci, Ini Tugasnya
Secara psikologis, meskipun mereka sadar bahwa secara presentase kemenangannya lebih sedikit daripada kekalahan, namun perasaan stres dan kemarahannya justrus lebih tinggi daripada kebahagiaan yang diperoleh.
4. Siklus Tidur Terganggu
Seseorang yang terus-menerus memikirkan kemenangan dalam judi online dapat mengakibatkan siklus tidur terganggu.
Hal itu disebabkan karena hormon kortisol tinggi. Ketika itu terjadi maka menyebabkan fungsi organ vital terganggu, seperti paru-paru, jantung, hingga hormon tubuh.
Baca Juga: Antisipasi Judi Online, Wakapolres Sukoharjo Razia Ponsel Anggota secara Dadakan
Cara Menyembuhkan Kecanduan Judi Online
Psikiater tidak hanya membantu pengidap gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, namun juga untuk semua orang dengan kebutuhan peningkatan kesehatan mental, salah satunya kecanduan judi online.
Bagi orang-orang yang ingin berhenti dari kecanduan judi online, ada beberapa terapi yang dapat dilakukan dengan bantuan profesional.
1. Psikoterapi Perilaku
Psikoterapi perilaku atau behavior therapy adalah prosedur pengobatan yang bertujuan untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan negatif.
Terapi ini dilakukan berdasarkan prinsip perilaku yang dapat dipelajari dan diubah melalui penguatan positif dan pembentukan kepribadian baru.
Baca Juga: Mahasiswa di Kalikotes Klaten Diamankan Polisi Gegara Promosi Judi Online, Berawal dari Kecurigaan Akun FB dan WA
2. Terapi Kelompok
Terapi kelompok ini memberikan dukungan emosional dari orang-orang dengan pengalaman serupa dan membangun gaya hidup baru yang lebih adaptif dan bermanfaat.
Salah satu cara yang diterapkan yaitu dengan memberikan pilihan pada kegiatan positif, misalnya olahraga atau hobi baru yang lebih menantang tanpa menimbulkan adiksi berbahaya.
3. Farmakoterapi
Farmakoterapi merupakan terapi yang dilakukan dengan pemberian resep obat-obatan tertentu untuk membantu menyembuhkan kecanduan judi online.
Baca Juga: Dukung Pemerintah Berantas Judi Online, BRI Blokir Lebih dari 3 Ribu Rekening
Tujuannya supaya reseptor tidak mengirimkan implus kebutuhan dopamin, seperti pemberian obat penstabil suasana hati atau anti kecemasan.
Bahkan ketika pengobatan berhasil, ada baiknya untuk diingat bahwa kecanduan judi online adalah penyakit yang kompleks, sehingga dukungan dan perawatan lainnya perlu dikombinasikan supaya pemulihannya dapat bekerja dengan baik.
dr. Santi menghimbau untuk selalu melibatkan tenaga profesional supaya tidak terjadi relationship burnout.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Depan Pasar Jongke Solo, 1 Pengendara Motor Tewas Dihantam Pajero Sport
Korban Sempat Terseret 30 Meter, Ini Kronologi Kecelakaan Mobil Pajero Sport vs Yamaha Vega ZR di Depan Pasar Jongke Solo, Pemotor Tewas
Pernah Viral, Ini Dia Cara Bikin Ayam Goreng Kunyit Simpel dan Nikmat ala Chef Rudy
Ide Jualan Rp2 Ribuan, Bolu Susu Kukus yang Lembut, Bikinnya Gampang Hasilnya Menul-menul, Cocok Juga Buat Isian Snack Box
6 Ribu Peserta Bakal Ikuti Tes CAT dan Wawancara Seleksi Petugas Haji Tingkat Pusat, Digelar 17 Desember 2024, Ini yang Harus Disiapkan
Disaat Indonesia Naikkan PPN ke 12%, Vietnam Malah Turunkan PPN ke 8%, Begini Penjelasannya