Di sisi lain, Pandji turut melemparkan harapannya agar ke depan masih tetap bisa menyuguhkan kesenian komedi untuk warga Indonesia.
"Dan terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy semoga saya masih bisa banyak memberi komedi untuk kalian," tandasnya.
Sebelumnya, Pandji dalam pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea yang ditayangkan di salah satu platform streaming digital, sempat membahas terkait politik dan kondisi demokrasi di Indonesia.
Menyikapi hal itu, pihak aliansi muda NU dan Muhammadiyah menyampaikan, terdapat materi komedi yang disampaikan Pandji yang dinilai menghina, menyebabkan kegaduhan, serta berpotensi memecah belah masyarakat.
'Mens Rea' Dinilai Picu Kegaduhan
Secara terpisah, Kepala Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, Rizki Abdul Rahmad Wahid menjelaskan hal tersebut usai memberikan laporan resmi ke Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Investor Pasar Modal di Eks Karesidenan Pekalongan Kini Didominasi Gen Z hingga 60,91 Persen
"Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah," tutur Rizki kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.
"Dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa," tambahnya.
Pelapor juga menyebut materi tersebut menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
"Menimbulkan keresahan, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," tandasnya.***