PORTALOKA.ID - Komika Ernest Prakasa menjadi salah satu public figure yang turut gaungkan 'Peringatan Darurat'.
Hal ini menjadi trending karena kemarahan rakyat yang tidak setuju dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Diketahui, DPR menganulir putusan MK terkait syarat ambang batas pencalonan kepala daerah.
Mulanya, MK menetapkan calon kepala daerah harus berusia minimal 30 tahun saat ditetapkan oleh KPU sebagai kandidat resmi.
Namun, DPR membuat keputusan untuk mengembalikan ke RUU Pilkada lama susuai putusan Mahkamah Agung yang menyatakan kepala daerah harus berusia 30 tahun saat dilantik.
Hal ini tentu membuka peluang Anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep maju jadi calon kepala daerah.
Putusan ini membuat rakyat Indonesia marah, tak terkecuali komika Ernest Prakasa.
Pria berusia 42 tahun ini mengaku memang jadi pendukung Jokowi di tahun 2014 dan 2019.
"Iya saya pendukung Jokowi, di 2014 maupun 2019," kata Ernest.
Ia meminta maaf karena turut andil dalam dugaan rancangan politik dinasti yang disebut-sebut dibangun oleh Jokowi.
"Maafkan saya telah memiliki andil dalam semua ini,"lanjutnya.
Lebih lanjut kata Ernest, sebagai bentuk pertanggung jawaban dirinya turut buka suara saat amanat rakyat dikhianati.
Artikel Terkait
Ikut Turun ke Jalan, Para Komika Nyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Orasi di Depan Gedung DPR, Tolak Pengesahan RUU Pilkada
Reza Rahadian Ikut Demo Tolak RUU Pilkada di Depan Gedung DPR RI: Ini Bukan Negara Milik Keluarga Tertentu