casn

Isi Pesan MenPAN RB dan Kepala BKN untuk ASN, Balasan untuk ‘Mentalitas ASN’ dari Ketua Komisi II DPR RI?

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:47 WIB
Ilustrasi - MenPAN RB dan Kepala BKN tulis pesan untuk para ASN (BKD NTB)

“Teruslah menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, saling menguatkan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas,” tambahnya.

“Karena Indonesia yang maju tidak lahir dari kerja satu orang, tapi dari jutaan ASN yang memilih untuk tetap mengabdi dengan hati,” imbuhnya.

Baca Juga: Siap-Siap Merapat! Pemprov Jateng Ajukan 1.000 Formasi CPNS 2026, Sektor Ini jadi Prioritas

Kepala BKN: Pengabdian yang Sunyi

Sementara Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh menyebut bahwa ASN bekerja untuk memastikan kehadiran negara di tengah persoalan masyarakat.

“Melalui pesan ini, Kepala BKN mengajak kita untuk menyadari bahwa mulai dari ruang kelas, puskesmas, laboratorium, kantor pelayanan, hingga lapangan, jutaan ASN bekerja dalam senyap demi memastikan negara hadir untuk masyarakat,” tulis keterangan pada akun Instagram @profzudan pada Sabtu, 18 Juli 2026.

“6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia,” tuturnya lagi.

Baca Juga: Viral Cerita Guru SDK Ogolau Sulteng Membagikan Makanan untuk Siswa: Mereka Selalu Tanya Kapan Dapat MBG

Viral Pernyataan Ketua Komisi II DPR RI soal ‘Mental ASN’

Sebelumnya, viral pernyataan kritik dari Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda terkait kinerja ASN.

Rifqi meminta agar key performance indicator (KPI) atau indikator kinerja ASN ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas kerja.

“Kita ke depan mungkin, Ibu MenPAN-RB dan Bapak Ibu sekalian yang hadir di ruangan ini, perlu meningkatkan sedikit KPI (key performance indicator) kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil (PNS) termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK),” ujar Rifqi dalam rapat kerja bersama KemenPAN-RB, BKN, LAN, dan sejumlah pihak lainnya, di kompleks Parlemen, Jakarta pada 15 Juli 2026 lalu.

Rifqi juga menyinggung tentang ASN yang disebut belum bisa berkompetitif dengan pegawai swasta serta menilai tentang mentalitas ASN.

“Coba kita pikirin deh di swasta orang bisa kompetitif kok pegawai Negeri ASN enggak bisa kompetitif. Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi,” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini