SUKOHARJO, PORTALOKA.ID - Jajaran pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mal Watamwil Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) Lasem, Rembang, melakukan sosialisasi kepada anggota terkait permasalahan likuiditas yang dialami koperasi terbesar kedua di Indonesia itu.
Sosialisasi digelar di berbagai cabang BMT BUS, salah satunya di Solo Raya.
Acara sosialisasi di Solo Raya digelar di Klopo Warung Steak, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis, 16 Januari 2025.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah anggota yang berasal dari Solo Raya dan Yogyakarta, serta paguyuban nasabah eks BMT Surya Mandiri Sukoharjo yang diakuisisi oleh BMT BUS.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Begini Kronologinya
Permasalahan likuiditas yang dialami BMT BUS telah berdampak pada kualitas pelayanan penarikan anggota simpanan.
Para anggota beramai-ramai menarik tabungan mereka (rush) dan hal ini membuat BMT BUS kewalahan dalam memberikan uang tunai kepada anggotanya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengurus melakukan sejumlah tahapan recovery lembaga.
Pertama dengan dibentuknya Tim Normalisasi untuk mensosialisasikan proses keberlangsungan langkah-langkah penyelesaian permasalahan BMT BUS.
Selanjutnya diadakan Pra Rapat Anggota Tahunan (RAT) di semua wilayah kerja sebagai bentuk sosialisasi awal kepada anggota terkait PKPU melalui RAT.
PKPU melalui RAT ini diharapkan menjadi wadah dan sarana terbaik dalam mencari solusi antara anggota dan koperasi.
Setelah dilaksanakan Pra RAT, kemudian digelar RAT yang berlangsung di Kantor Pusat KSPPS BMT BUS, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.
Keputusan Pleno RAT