"Diraba, uang asli terasa kasar karena dicetak menggunakan teknik intaglio dengan plat baja."
"Beberapa bagian seperti gambar pahlawan, lambang Garuda, dan garis-garis pada sisi uang juga terasa menonjol."
"Jika diterawang, uang asli memiliki watermark berupa gambar pahlawan dan logo Bank Indonesia yang terlihat presisi."
"Sedangkan uang palsu seringkali memiliki cetakan yang kabur dan tidak simetris," imbuhnya.
Pihak Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk merawat uang secara baik melalui prinsip 5J, yakni Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi. ***