berita

DPR RI Minta Polisi Usut Pengacara yang Tipu Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti

Rabu, 18 Desember 2024 | 11:47 WIB
DPR Minta polisi usut tuntas kasus penganiayaan terhadap karyawan toko roti di Jakarta Timur. (dpr.go.id/Andi)

Baca Juga: Tak Kebal Hukum! Polisi Tetapkan George Sugama Halim Anak Bos Toko Roti Sebagai Tersangka Penganiayaan, Ini Ancaman Hukumannya

"Negara hadir untuk melindungi seluruh warganya, termasuk pekerja dari tindakan kesewenang-wenangan,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Dalam audiensi dengan Komisi III DPR, Dwi juga menyatakan sampai harus menjual motor miliknya untuk menyewa pengacara agar bisa mengawal kasus ini.

Belakangan diketahui, korban justru ditipu oleh pengacara yang mengaku dari utusan Polda karena tak ada pendampingan hukum setelahnya. 

"Nama baik institusi Polri turut dipertaruhkan," kata Gilang. 

Baca Juga: Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti Lapor Polisi Sejak Oktober, Diproses Setelah Viral

"Setelah dianggap lama mengusut kasus ini, sekarang juga ada pengacara yang mengaku utusan polisi menipu korban. Korban ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula," imbuhnya. 

Gilang mengungkapkan, diusutnya kasus ini secara tuntas menjadi penting mengingat beberapa waktu terakhir citra polisi sedang menurun akibat serangan oknum kepada masyarakat.

Salah satunya, penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi kepada salah satu siswa di Semarang yang menjadi momok dan membuat citra polisi terjun bebas.

"Polisi harus bisa melindungi rakyat sesuai tugas konstitusinya," tegasnya.

Baca Juga: Detik-detik Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Karyawan Ditangkap di Sukabumi

Di sisi lain, Gilang yang membidangi Urusan Penegakan Hukum ini juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja.

Menurutnya, tindakan penganiayaan seperti itu tidak hanya melukai fisik korban. 

Ia menyebut penganiayaan juga bisa juga berdampak pada psikologis dan sosial para pekerja.

Ia melihat ada banyak kasus penganiayaan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini yang menurutnya menjadi preseden buruk. 

Halaman:

Tags

Terkini