berita

Mulai dengan Rp10.000, Masyarakat Sudah Bisa Jadi Investor Lewat PINTAR Reksa Dana

Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:34 WIB
Media Gathering di Hotel Aston Pekalongan, Senin malam, 5 Oktober 2026. (Lilisnawati/Portaloka.id)

PORTALOKA.ID-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri pasar modal mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan investasi secara rutin dan terencana.

Bahkan, besaran jumlah investasi bisa dilakukan mulai dengan Rp10.000.

Upaya itu dilakukan melalui Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.

Program tersebut bertujuan memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal sekaligus membentuk kebiasaan investasi jangka panjang. Hal itu disampaikan dalam Media Gathering di Hotel Aston Pekalongan, Senin malam, 5 Oktober 2026.

Baca Juga: OJK Gencarkan Literasi Pasar Modal di Batang, Ratusan ASN Dibekali Jurus 2L Tangkal Investasi Bodong

Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur, menjelaskan PINTAR hadir untuk mengubah pola pikir bahwa investasi harus menunggu dana besar atau kondisi pasar tertentu.

“PINTAR Reksa Dana itu bagaimana kita mengajarkan atau menginformasikan kepada investor bahwa kalau investasi itu harus berkala,” ujar Mauldy.

Investasi berkala, kata dia, dilakukan dengan menyisihkan dana rutin sesuai kemampuan dan tujuan finansial. Pola ini dinilai membantu masyarakat lebih disiplin dalam membangun aset.

Menurut Mauldy, reksa dana menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang belum memiliki cukup pengetahuan atau waktu untuk mengelola investasi sendiri. Sebab dana dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan disimpan di Bank Kustodian.

Baca Juga: OJK Tegal Perluas Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar Lewat KOMPEK 2026

Ia mengibaratkan reksa dana seperti naik bus. Jika investasi saham langsung seperti menyetir mobil sendiri, maka di reksa dana investor cukup menjadi penumpang karena sudah ada sopir yang mengemudikan.

“Kalau investasi di pasar modal sendiri, kita seperti menyetir mobil sendiri. Sedangkan reksa dana seperti naik bus. Kita tinggal menjadi penumpang, kemudian ada yang menyetir,” jelasnya.

Produk reksa dana pun beragam, mulai dari Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga Saham.

"Investor bisa memilih sesuai tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Bahkan investasi bisa dimulai dengan nominal terjangkau melalui setoran berkala," bebernya.

Halaman:

Tags

Terkini